BRIDA Sumbawa Barat Kembangkan Masjid Agung KTC Jadi Pusat Ekonomi Umat Lewat Kurma dan Kolam Ikan

Penulis: Ridho Pratama  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46:32 WIB
Kepala BRIDA Sumbawa Barat Mars Anugerainsyah menyampaikan rencana pengembangan Masjid Agung Darussalam KTC sebagai pusat ibadah dan ekonomi umat.

TALIWANG — Kepala BRIDA Sumbawa Barat, Mars Anugerainsyah, menyatakan pengembangan Masjid Agung Darussalam di Kompleks Kemutar Telu Center dirancang agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kawasan masjid akan ditata untuk menampung sejumlah kegiatan produktif sekaligus memperkuat estetika bangunan.

Rencana induknya mencakup tiga lini usaha: budidaya kurma di halaman masjid, pemanfaatan kolam di kawasan masjid untuk budidaya ikan, serta penyediaan lapak UMKM yang menjual produk halal di area pelataran. Pengelolaan seluruh kegiatan itu nantinya melibatkan lembaga kemakmuran masjid setempat.

Budidaya Kurma Adopsi Program Inovasi BRIDA NTB

Untuk lini kurma, BRIDA Sumbawa Barat akan mengadopsi program inovasi BRIDA Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pelaksanaannya menggandeng Ukhuwa Datu Internasional, mitra yang selama ini mendampingi BRIDA NTB dalam penanaman hingga pemeliharaan tanaman kurma.

Mars menyebut pengembangan kurma juga akan disinergikan dengan warga yang lebih dahulu membudidayakan tanaman tersebut. Pendampingan dari mitra berpengalaman disiapkan agar hasilnya tidak berhenti di tahap penanaman.

Kolam Masjid Digarap Bersama Dinas Perikanan KSB

Kolam yang berada di kawasan Masjid Agung Darussalam direncanakan menjadi tempat budidaya ikan. BRIDA KSB akan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat untuk mengoptimalkan pemanfaatan kolam tersebut.

Mars mengaku telah berkomunikasi dengan pengurus Masjid Agung Darussalam dan Dinas Perikanan KSB untuk membahas rencana itu. Penataan kawasan juga diarahkan ke area tanggul di sisi kiri, kanan, dan belakang bangunan masjid.

Lapak UMKM Syariah dan Target Kemandirian Pendapatan

Pelataran masjid disiapkan menjadi lapak usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis syariah. Kegiatan usaha itu diharapkan menjadi sumber pendapatan mandiri bagi masjid.

“Tagline-nya memakmurkan masjid, masjid memakmurkan. Artinya, masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat tidak sebatas tempat ibadah, tetapi juga bisa memberikan penghidupan bagi umat atau minimal bagi pengurusnya,” kata Mars, Jumat (9/10).

Dengan pengelolaan yang terarah, masjid diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk membiayai operasionalnya. Pendapatan dari kegiatan usaha juga diarahkan menopang kesejahteraan pengurus masjid.

APBD Perubahan 2026 dan Peluang Replikasi

Untuk tahap awal, BRIDA KSB menyiapkan program ini melalui APBD Perubahan 2026. Masjid Agung Darussalam KTC dipilih sebagai lokasi percontohan pengembangan masjid berbasis ekonomi di NTB.

Jika pelaksanaannya berjalan baik dan kegiatan ekonomi mampu berkembang secara berkelanjutan, BRIDA KSB berencana mereplikasi konsep serupa di masjid-masjid lain di wilayah Sumbawa Barat.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top