KOTA BIMA — Pemerintah Kota Bima menanam 600 bibit mangrove di dua titik pesisir, yakni Pantai Lawata dan Niu bagian barat. Selain menahan abrasi, penanaman ini diarahkan untuk memulihkan ekosistem pesisir yang selama ini menopang kehidupan warga sekitar.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur pemerintah daerah dan berjalan bersama program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Program itu menyasar ketahanan kawasan pesisir terhadap tekanan air laut dan cuaca ekstrem.
Kawasan Pantai Lawata dan Niu bagian barat dipilih karena berhadapan langsung dengan laut terbuka. Garis pantai di kedua lokasi itu rentan tergerus gelombang, terutama saat musim angin kencang.
Mangrove berfungsi sebagai penahan alami sedimen dan pemecah energi gelombang. Akar-akarnya juga menjadi tempat berkembang biak ikan kecil dan biota pesisir lain yang menjadi sumber penghidupan nelayan setempat.
Wakil Wali Kota Bima Feri Sofyan menegaskan hasil penanaman tidak bisa diukur dalam hitungan bulan. Menurut dia, pohon yang ditanam sekarang ditujukan untuk generasi berikutnya.
"Mungkin hari ini belum bisa kita rasakan manfaat dari apa yang kita kerjakan pagi ini, namun anak cucu kita kelak akan menikmati hasilnya," ujarnya.
Feri menyinggung kondisi sejumlah kawasan di Kota Bima yang masih tampak kering dan gersang. Menurut dia, keadaan itu tidak boleh dijadikan alasan berhenti berupaya memperbaiki lingkungan.
"Kita tidak boleh pasrah menerima keadaan. Harus ada ikhtiar dan upaya nyata untuk menjaga serta menciptakan alam yang hijau, sejuk, dan bermanfaat bagi kehidupan kita," katanya.
Feri mengingatkan penanaman tidak berhenti pada seremoni. Bibit yang sudah ditanam perlu dipelihara dan diawasi secara konsisten agar tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang.
Ia berharap kegiatan semacam ini berulang hingga menjadi kebiasaan warga. Perubahan perilaku, kata dia, butuh proses dan latihan yang dilakukan terus-menerus.
"Harapan kita, gerakan ini terus berlanjut dan menjadi tradisi serta budaya masyarakat," ujarnya.
Penanaman mangrove dihadiri pimpinan DPRD Kota Bima, Kajari Bima, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima, Ketua Pengadilan Negeri Bima, Ketua Pengadilan Agama, Kepala KSOP Bima, Kepala Rutan Raba Bima, dan Kepala Imigrasi Bima.
Camat dan lurah se-Kota Bima turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran lintas instansi itu menandai penanaman mangrove sebagai agenda bersama, bukan program satu dinas saja.