MANDALIKA — Simulasi yang digelar pada Senin (28/9) ini menguji kesiapan personel, sarana pendukung, serta mekanisme respons terhadap berbagai kondisi yang berpotensi terjadi selama penyelenggaraan event. Sejumlah skenario diperagakan, mulai dari pengaturan penanganan kepadatan massa, gangguan keamanan dan ketertiban, penanganan kondisi darurat, evakuasi, hingga respons terhadap situasi kontinjensi di area penyelenggaraan.
Kendaraan operasional pengamanan dan ambulans turut dikerahkan dalam simulasi tersebut. Pengujian ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Operasi Mandalika Rinjani-2026 yang dilakukan secara bertahap.
Pengamanan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dilakukan melalui tiga operasi berjenjang. Ops Kresna Mandalika berlangsung 19–27 September 2026 dengan melibatkan 200 personel.
Operasi kedua, Ops Cipta Mandalika, digelar 28 September–4 Oktober 2026 dengan 500 personel. Puncaknya adalah Ops Mandalika-Rinjani pada 5–16 Oktober 2026 yang melibatkan 2.678 personel.
Sebelum simulasi utama, peninjauan lokasi telah dilakukan pada Sabtu (26/9). Rangkaian persiapan dilanjutkan dengan gladi kotor dan gladi bersih pada Minggu (27/9).
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyebut simulasi sebagai bagian penting dalam memastikan kesiapan The Mandalika sebagai destinasi event internasional dengan mobilitas pengunjung tinggi.
"Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan event berskala internasional yang membutuhkan kesiapan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek penyelenggaraan balapan, tetapi juga keamanan, keselamatan, mobilitas, dan pelayanan kepada pengunjung. Simulasi ini menjadi bagian penting dari finalisasi kesiapan tersebut agar seluruh rangkaian event dapat berlangsung aman dan nyaman. Kolaborasi dengan seluruh stakeholder terus kami perkuat hingga hari penyelenggaraan," ujarnya.
Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menyampaikan bahwa simulasi ditujukan untuk memastikan seluruh unsur pengamanan siap menjalankan pola pengamanan yang telah disusun dalam Operasi Mandalika Rinjani-2026.
"Simulasi pengamanan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan rasa aman di NTB sekaligus mendukung iklim pariwisata internasional. Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan kejuaraan internasional, sehingga keberhasilannya membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, baik Polri, TNI, Pemda, stakeholder terkait, maupun masyarakat. Mari bersama-sama kita sukseskan penyelenggaraan ini dan menjaga NTB tetap aman dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," ujarnya.
ITDC bersama seluruh stakeholder terus memperkuat koordinasi dan kesiapan kawasan. Targetnya, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berlangsung aman, tertib, dan memberikan pengalaman optimal bagi pembalap, kru, penonton, media, serta seluruh pihak yang terlibat.