NUSA TENGGARA BARAT — Vivo S2 FE dijadwalkan debut di India pada 6 Oktober 2026 lewat halaman promosi Flipkart, membawa baterai jumbo 10.000 mAh dan kamera utama 50 MP. Ponsel ini diprediksi dijual di bawah 40.000 rupee (sekitar Rp 7,5 juta) dan disebut sebagai versi rebranding dari Vivo V80 Lite 5G yang sudah lebih dulu hadir di Malaysia dan Thailand. Calon pembeli di segmen menengah yang mengutamakan daya tahan baterai jadi target utama perangkat ini.
Halaman promosi Flipkart menampilkan Vivo S2 FE dengan panel belakang hijau dan modul kamera berisi dua lensa. Peluncurannya bakal berbarengan dengan Vivo V80 di India, menandai langkah Vivo memperluas lini S ke pasar yang lebih luas.
Keberadaan Vivo S2 FE sebelumnya belum banyak terungkap. Konfirmasi baru muncul setelah Flipkart membuka halaman resmi untuk perangkat ini, lengkap dengan tanggal perkenalan dan gambaran awal desainnya.
Rumor yang beredar menyebut Vivo S2 FE akan mengusung layar AMOLED 1,5K berukuran 6,83 inci dengan refresh rate 120Hz. Dapur pacunya dikabarkan chipset MediaTek Dimensity 7300e, dipadukan pemindai sidik jari di bawah layar.
Berikut gambaran spesifikasi yang beredar:
Kapasitas 10.000 mAh menempatkan Vivo S2 FE di kelas berbeda dari kebanyakan ponsel menengah yang rata-rata masih berkisar 5.000-6.000 mAh. Angka ini menjanjikan pemakaian dua hingga tiga hari untuk pengguna dengan aktivitas normal.
Kamera depan 32 MP juga tergolong besar untuk kelasnya. Kombinasi ini cocok buat pengguna yang sering video call, membuat konten, atau mengandalkan ponsel sebagai perangkat utama sepanjang hari tanpa akses colokan listrik.
Vivo S2 FE dikabarkan dibanderol di bawah 40.000 rupee atau sekitar Rp 7,5 juta di India. Vivo belum merilis konfirmasi resmi soal spesifikasi maupun harga final perangkat ini.
Halaman Flipkart menyebut peluncurannya berlangsung pada 6 Oktober 2026, bersamaan dengan pengumuman Vivo V80. Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi soal ketersediaan Vivo S2 FE di Indonesia.
Sejumlah laporan menyebut Vivo S2 FE sebagai versi rebranding dari Vivo V80 Lite 5G. Ponsel V80 Lite 5G sendiri sudah resmi dipasarkan di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Thailand.
Pola rebranding semacam ini biasa dilakukan Vivo untuk menyesuaikan nama produk dengan preferensi tiap pasar. Konsumen di India mengenal lini S, sementara pasar Asia Tenggara lebih akrab dengan seri V.
Vivo S2 FE menyasar pengguna yang menomorsatukan daya tahan baterai dan layar lega, bukan performa gaming puncak. Kalau rumor harga Rp 7,5 juta itu benar, perangkat ini bakal bersaing ketat di segmen menengah atas yang dihuni Samsung Galaxy A series dan Xiaomi Redmi Note Pro.