NUSA TENGGARA BARAT — Sebuah batu di Kurtdere Yaylasi, dataran tinggi Macka, Provinsi Trabzon, Turki, berubah menjadi destinasi wisata dadakan setelah Mohamed Salah duduk di atasnya. Lokasi yang kini dikenal sebagai Salahtasi itu berada di jalur menuju Biara Sumela, salah satu ikon wisata kawasan Laut Hitam Turki. Fenomena ini muncul setelah foto penyerang Trabzonspor tersebut diunggah ke Instagram pribadinya.
Kawasan Kurtdere Yaylasi berada di ketinggian pegunungan Macka, sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Trabzon. Selama bertahun-tahun, hamparan bukit hijau dan aliran sungai kecil berbatu di sana hanya dikenal wisatawan lokal sebagai jalur alternatif menuju Biara Sumela. Tidak ada penanda khusus, tidak ada tiket masuk, dan tidak ada antrean.
Mohamed Salah mengunjungi kawasan tersebut saat menikmati waktu luangnya. Ia sempat berada di sekitar jalur menuju Biara Sumela sebelum akhirnya duduk di atas bongkahan batu dan mengabadikan momen itu. Foto tersebut lalu diunggah ke akun Instagram pribadinya.
Setelah foto beredar, penggemar Trabzonspor dan wisatawan mulai berdatangan ke Kurtdere Yaylasi. Mereka mencari batu yang diduduki Salah, bukan sekadar menikmati pemandangan alamnya. Pose duduk di tempat yang sama menjadi buruan utama.
Batu tanpa nama itu kini disebut Salahtasi, atau "Batu Salah". Nama tersebut muncul dari wisatawan yang datang setelah foto viral di media sosial. Foto dan video di platform digital memperlihatkan pengunjung rela mengantre demi mendapatkan gambar di atas batu tersebut.
Sebuah papan bertuliskan "Salah Yaylasi" sempat muncul di kawasan itu. Sejumlah sumber menyebut papan tersebut dipasang oleh kreator konten olahraga yang ikut meramaikan fenomena viral. Nama resmi wilayah itu tetap Kurtdere Yaylasi.
Pemandangan khas dataran tinggi Trabzon sebenarnya bukan hal baru bagi Kurtdere Yaylasi. Aliran sungai kecil yang dipenuhi bebatuan membelah hamparan hijau perbukitan, dengan langit cerah sebagai latar. Udara pegunungan yang sejuk menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin lepas dari panas kota.
Sebelum foto Salah beredar, wisatawan datang untuk menikmati hamparan bukit hijau dan suasana tenang. Kini, sebagian pengunjung secara khusus mencari Salahtasi demi mengabadikan momen di lokasi yang sama dengan salah satu pesepak bola paling terkenal di dunia.
Daya tarik baru itu mulai dilirik industri pariwisata setempat. Beberapa perusahaan wisata disebut tengah menyiapkan paket perjalanan yang memasukkan Salahtasi sebagai salah satu titik kunjungan di Trabzon. Kawasan ini berada satu jalur dengan Biara Sumela, destinasi yang sudah lama menjadi andalan wisata Provinsi Trabzon.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, Kurtdere Yaylasi dapat dijangkau dari pusat Kota Trabzon melalui jalur menuju Biara Sumela. Informasi terkini soal akses, jam kunjungan, dan paket wisata dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau operator tur di Trabzon.
Durasi ideal untuk menjelajah Kurtdere Yaylasi dan Salahtasi sekitar dua hingga tiga jam, belum termasuk perjalanan dari pusat kota. Jika digabung dengan Biara Sumela, sediakan setengah hari penuh.