Ketua FA Desak Infantino Buka Dokumen Rencana Jual Saham Piala Dunia

Penulis: Okta Nugraha  •  Kamis, 17 September 2026 | 21:17:32 WIB

NUSA TENGGARA BARAT — Ketua Football Association Debbie Hewitt mengirim surat resmi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino agar membuka seluruh dokumen terkait rencana penjualan saham Piala Dunia. Hewitt, yang juga menjabat wakil presiden FIFA, meminta dokumen itu tersedia sebelum rapat Dewan FIFA pada 15 Oktober mendatang.

Surat tersebut turut dikirim kepada Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom. Isinya memuat tuduhan soal kegagalan tata kelola dan rusaknya budaya organisasi di tubuh federasi sepak bola dunia itu.

Permintaan ini muncul setelah proposal Fifa Forward Enterprise (FFE) dibatalkan di tengah gelombang penolakan asosiasi nasional. FFE dirancang membentuk perusahaan baru yang mengelola hak komersial dan tiket seluruh kompetisi, termasuk Piala Dunia, dengan 21 persen sahamnya dijual ke perusahaan investasi swasta.

Dewan FIFA Diminta Terima Penjelasan Tertulis

Hewitt menegaskan Dewan FIFA juga harus menerima penjelasan tertulis atas penangguhan hukuman yang dibatalkan terhadap penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun. Menurut surat itu, dokumen-dokumen tersebut wajib tersedia sebelum rapat Dewan FIFA berikutnya.

Balogun, 25 tahun, diizinkan tampil melawan Belgia di babak 16 besar ketika seharusnya menjalani larangan satu pertandingan. Striker itu mendapat kartu merah langsung karena melanggar bek Tarik Muharemovic dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar.

FIFA kemudian menyatakan larangan otomatis satu pertandingan itu ditangguhkan selama setahun. Tidak ada alasan yang dijelaskan di balik keputusan tersebut, selain merujuk aturan yang memperbolehkan hukuman ditangguhkan.

Tekanan Politik dan Dugaan Intervensi di Balik Balogun

FA disebut terusik oleh situasi Balogun sejak awal dan meminta dokumen terkait pembatalan hukumannya dibuka. Presiden Amerika Serikat Donald Trump belakangan mengonfirmasi bahwa ia menelepon Infantino untuk meminta hukuman Balogun ditinjau ulang.

FA sendiri sempat mengirim surat dukungan untuk pemilihan ulang Infantino sebelum insiden Balogun terjadi. Namun, mereka kemudian menyimpan kekhawatiran mendalam soal intervensi politik dalam kasus tersebut.

Proposal FFE yang terungkap lewat media beberapa hari setelah final Piala Dunia memperuncing perseteruan. UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menuduh FIFA dan Infantino melanggar kepercayaan "melalui tipu daya" dalam surat terbuka yang mereka terbitkan bulan lalu.

Dukungan ke Infantino Mulai Terkikis

Sejumlah asosiasi nasional, termasuk Inggris, Wales, dan Skotlandia, menarik surat dukungan untuk pemilihan ulang Infantino. Bulan lalu, UEFA mulai menyiapkan proses hukum pidana terhadap Infantino di tiga pengadilan Amerika Serikat terkait rencana FFE dan menuntut pembukaan seluruh dokumen.

FIFA membalas dan menuduh UEFA melakukan "kampanye kotor terhadap FIFA dan kepemimpinannya" dalam upayanya menghadapi gugatan tersebut.

Meski begitu, Infantino masih mengantongi dukungan luas di berbagai belahan dunia. Konfederasi Afrika, Amerika Selatan, dan Oseania kembali menegaskan dukungan mereka.

Infantino, 56 tahun, akan mencalonkan diri untuk periode keempat pada Maret mendatang. Para penantangnya memiliki waktu hingga 18 November untuk mencari kandidat alternatif.

Setelah FFE dibatalkan, Infantino memanggil rapat dewan manajemen FIFA di Rabat, Maroko. Namun, hingga kini belum ada kontak dengan Dewan FIFA untuk menjelaskan rencana kontroversial tersebut. Situasi itu akan berubah bulan depan ketika Infantino harus menghadapi Hewitt dan 35 anggota Dewan FIFA lainnya.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top