NUSA TENGGARA BARAT — Maruti Suzuki Wagon R facelift tertangkap kamera sedang menjalani pengujian jalan di India dengan mesin baru 1.200 cc yang diklaim lebih boros bahan bakar dibanding versi saat ini. Prototipe yang disamarkan tebal itu mengisyaratkan penyegaran lebih mengarah ke facelift ketimbang generasi all new. Mesin Z12E tiga silinder yang disiapkan berpotensi menurunkan tenaga dari 91 PS menjadi 82 PS.
Prototipe Maruti Suzuki Wagon R terbaru terlihat berkeliling di jalanan India dengan kamuflase tebal. Laporan laman Gaadiwaadi menyebut hatchback tall-boy ini bakal mendapat pembaruan besar, terutama di sektor dapur pacu. Kapasitas mesinnya naik dari 1.000 cc ke 1.200 cc, tapi ada konsekuensi yang jarang dibahas: konsumsi bahan bakar berpotensi lebih boros.
Wagon R yang beredar sekarang memakai mesin bensin K-Series 1,2 liter empat silinder. Mesin itu berpeluang digantikan unit Z-Series yang lebih modern, yakni Z12E tiga silinder 1,2 liter. Mesin yang sama sudah dipakai pada Baleno.
Di Baleno, Z12E menghasilkan tenaga 82 PS dan torsi 112,4 Nm. Padahal Wagon R 1,2 liter saat ini mengeluarkan sekitar 91 PS dengan torsi 113,7 Nm. Artinya ada potensi penurunan tenaga bila mesin baru benar-benar diterapkan.
Maruti Suzuki tampaknya menggeser fokus dari tenaga ke efisiensi dan emisi. Mesin Z12E di Baleno mencatat konsumsi 23,80 km/liter untuk transmisi manual dan 24,77 km/liter untuk AMT. Versi CNG juga sudah memakai mesin tersebut dengan konsumsi 33,61 km/kg.
Klaim efisiensi mesin baru tidak otomatis membuat Wagon R lebih irit. Model yang beredar sekarang sudah mencatat 34,05 km/kg dengan mesin 1,0 liter S-CNG. Angka itu lebih tinggi dari capaian Z12E pada Baleno.
Dengan mesin baru, konsumsi bahan bakar Wagon R berpeluang justru lebih boros. Situasi ini menjadi ironi karena pembaruan mesin biasanya dikampanyekan sebagai langkah penghematan.
Secara tampilan, prototipe Wagon R masih mempertahankan desain tall-boy yang jadi ciri khasnya. Lampu belakang vertikal dan proporsi bodi secara umum mirip dengan model yang beredar saat ini.
Kamuflase tebal membuat detail perubahan sulit dipastikan. Namun laporan menyebut