NUSA TENGGARA BARAT — TechCrunch Disrupt 2026 kembali digelar di Moscone West, San Francisco, pada 13–15 Oktober. Ajang ini mempertemukan lebih dari 10.000 founder, investor, dan operator dalam 250+ sesi yang membahas teknologi serta kekuatan pasar yang membentuk lanskap industri berikutnya.
Salah satu sesi yang jadi perhatian adalah "From Prototype to Production: Can It Scale in Reality?" di Real World AI Stage. Sesi ini menghadirkan tiga pemimpin industri yang telah melewati fase transisi dari inovasi menjanjikan menuju deployment siap produksi.
Ketiga pembicara datang dari latar industri yang berbeda, namun menghadapi realitas yang sama: prototipe yang berhasil hanyalah permulaan. Setiap industri punya jalur produksinya sendiri, dan sesi ini menawarkan perbandingan langka tentang bagaimana scaling berlangsung di sektor yang berbeda.
John Mackey, Co-founder dan CEO MBRYONICS, mengubah spinout fotonik khusus menjadi pemain komunikasi optik berbasis antariksa. Ia memperluas kapasitas manufaktur bervolume tinggi sekaligus membangun infrastruktur di balik jaringan antariksa generasi berikutnya.
Boris Sofman, Co-founder Bedrock Robotics, sebelumnya memimpin autonomous trucking dan teknologi inti di Waymo. Di sana, kendaraan tanpa pengemudi mencatat lebih dari 100 juta mil tanpa sopir. Pengalamannya mencerminkan apa yang terjadi ketika sistem otonom keluar dari pengujian terkendali dan mulai beroperasi di lingkungan yang menuntut konsistensi harian.
Adrian Macneil, Co-founder Foxglove, sebelumnya memimpin infrastructure engineering di Cruise. Ia mengembangkan platform data yang mendukung kendaraan otonom dalam skala besar. Paparannya menegaskan bahwa produksi bergantung pada sistem rekayasa yang menyertainya.
Prototipe yang berfungsi hanya menjawab satu pertanyaan: "Apakah ini bisa dilakukan?" Produksi memunculkan puluhan pertanyaan lain. Tantangan manufaktur muncul. Infrastruktur harus mendukung pertumbuhan. Sistem otonom harus tampil konsisten di luar lingkungan terkendali.
Membangun perangkat keras komunikasi optik jelas berbeda dengan men-deploy kendaraan otonom atau peralatan konstruksi mandiri. Namun ketiganya menuntut teknologi yang mampu bekerja konsisten di luar lab, di mana keandalan, manufaktur, infrastruktur, dan operasi harian menjadi bagian tak terpisahkan dari produk itu sendiri.
Sesi ini tidak menjanjikan satu cetak biru tunggal. Sebaliknya, sesi ini mempertemukan founder yang telah menangani produksi dari sudut yang sangat berbeda, memberi kesempatan membandingkan bagaimana scaling terlihat lintas industri.
Cepat atau lambat, setiap teknologi menjanjikan harus membuktikan diri di luar lab. Di titik itulah diskusi Disrupt ini dimulai. Alih-alih berfokus pada apa yang mungkin secara teori, para founder akan membahas apa yang terjadi ketika manufaktur, deployment, infrastruktur, dan operasi harian menjadi bagian dari produk.
Terlepas dari inovasi yang sedang dibangun, sesi ini memberi kesempatan mendengar langsung dari founder yang telah melewati peralihan dari prototipe ke produksi, termasuk pelajaran yang mereka dapat di sepanjang jalan.
Disrupt 2026 menyediakan diskon hingga US$200 untuk pembelian tiket sebelum 25 September. Pengunjung dapat memilih jenis tiket sesuai kebutuhan dan mengakses seluruh rangkaian sesi, termasuk sesi di Real World AI Stage.
Pendaftaran dan informasi lengkap tersedia di situs resmi TechCrunch Disrupt. Setelah 25 September, harga tiket akan naik.