NUSA TENGGARA BARAT — SkyShowtime beroperasi di lebih dari 20 negara Eropa dan menggabungkan konten NBCUniversal, Sky Studios, serta Paramount. Layanan ini pertama diumumkan lima tahun lalu sebagai eksperimen gabungan kekuatan Peacock dan Paramount+ di pasar Eropa.
Dalam suratnya, dewan menyebut pasar streaming Eropa sebagai salah satu yang paling kompetitif di industri. Meski tim dinilai telah membangun layanan dengan baik, lanskap bisnis terus berubah cepat dan tetap menantang.
"SkyShowtime operates in one of the most competitive markets in our industry. Despite the excellent work of the team and the strength of what you and the team have built, the landscape continues to evolve rapidly, and remains highly challenging," tulis dewan.
"Against that backdrop, SkyShowtime's shareholders are commencing a review of strategic options for the business, which includes the possibility of a wind down. No decisions have been made, and all options remain under consideration."
Dewan menegaskan layanan tetap berjalan normal untuk pelanggan dan mitra. Setiap posisi karyawan belum berubah, dan tim diminta menjaga momentum bisnis hingga 2027. Jika ada proposal yang berdampak pada karyawan, perusahaan akan mengikuti proses informasi dan konsultasi sesuai regulasi tiap pasar.
Sarhan mengakui kabar ini menimbulkan ketidakpastian. Prioritasnya, bersama jajaran kepemimpinan, adalah mendampingi seluruh karyawan melewati proses yang belum jelas ujungnya.
"I know this news creates uncertainty and, as we work through what comes next, my priority and that of the leadership team, is to be there and support all of you," ujarnya.
"Together, we have created a community and culture with empathy, opportunity, and innovation at its heart. Whatever comes next, we will all continue to be there for one another."
Sarhan menyebut SkyShowtime saat ini memiliki beberapa juta pelanggan dan bersaing dengan pemain mapan di pasar. Namun lanskap industri berubah sejak JV dibentuk. David Ellison belum mengakuisisi Paramount saat itu, dan kini tengah berupaya mengambil alih Warner Bros. Discovery.
Raksasa media global juga tengah meninjau ulang strategi streaming masing-masing. Kondisi ini membuat eksperimen SkyShowtime berada di persimpangan.
Dewan menyatakan peninjauan ini adalah awal dialog, bukan akhir. Keputusan final baru akan diambil setelah seluruh proses konsultasi selesai. Untuk sementara, pelanggan di lebih dari 20 negara Eropa masih bisa mengakses layanan seperti biasa.