Holding Ultra Mikro 5 Tahun: BRI-Pegadaian-PNM Layani 33,8 Juta Debitur, 2,3 Juta Naik Kelas

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Minggu, 13 September 2026 | 08:46:02 WIB
Holding Ultra Mikro mencatat 33,8 juta debitur aktif hingga akhir triwulan II 2026.

JAKARTA — Lima tahun berjalan, Holding Ultra Mikro (UMi) yang menyatukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat 33,8 juta debitur aktif hingga akhir triwulan II 2026. Integrasi ketiga entitas ini juga mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Angka itu menunjukkan skala layanan yang jauh lebih luas dibanding saat holding dibentuk pada 13 September 2021. Sekitar 2,3 juta debitur tercatat naik kelas — berpindah dari segmen pembiayaan kecil ke akses layanan yang lebih besar.

Bagaimana Integrasi Tiga Entitas Bekerja

Group CEO BRI Hery Gunardi menyebut kekuatan Holding UMi bertumpu pada keunggulan masing-masing entitas. BRI menyumbang jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM, Pegadaian pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sedangkan PNM pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro.

"Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro," ujar Hery.

Dengan skema itu, pelaku usaha yang baru memulai bisa memperoleh pendampingan dan pembiayaan ultra mikro. Saat usahanya tumbuh, ia dapat mengakses pembiayaan berkapasitas lebih besar, layanan transaksi, simpanan, hingga investasi.

15.100 Kantor dan 74 Ribu Tenaga Pemasar di Lapangan

Jaringan kantor menjadi infrastruktur utama yang memperkuat integrasi tersebut. Hingga triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan keuangan dalam satu ekosistem.

Di sisi lain, Holding UMi memiliki lebih dari 74 ribu tenaga pemasar. Mereka terdiri dari Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan AO PNM yang menjangkau hingga tingkat komunitas.

Peran mereka bukan sekadar menyalurkan pembiayaan. Mereka juga memberi edukasi keuangan dan mendampingi pelaku usaha mengembangkan kapasitas usahanya.

Naik Kelas Jadi Ukuran Keberhasilan

Hery menegaskan keberhasilan Holding UMi tidak diukur semata dari besarnya pembiayaan yang disalurkan. Ukuran sesungguhnya adalah kemampuan ekosistem menciptakan mobilitas ekonomi bagi nasabahnya.

"Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong," jelas Hery.

Hingga akhir triwulan II 2026, sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas. Capaian itu menggambarkan akses pembiayaan yang disertai pendampingan dapat membuka jalan bagi pelaku usaha meningkatkan skala usahanya.

Ekosistem Emas Capai 153 Ton

Memasuki tahun kelima, transformasi Holding UMi bergerak ke perluasan inklusi dan literasi keuangan. Salah satu penandanya adalah penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian yang mencapai sekitar 153 ton hingga Agustus 2026.

Ekosistem itu mencakup layanan gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas digital, hingga bullion services. Integrasi ini memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai dan pembentukan aset jangka panjang.

Masyarakat yang sebelumnya hanya membutuhkan akses modal kini didorong secara bertahap untuk membangun aset. Holding UMi dibentuk untuk menjangkau segmen usaha ultra mikro yang belum memperoleh layanan keuangan formal secara optimal.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top