Bonus Emas Asian Games 2026 Naik Jadi Rp3 Miliar, Taufik Hidayat Ingatkan Atlet

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Jumat, 11 September 2026 | 18:47:01 WIB
Presiden Prabowo mengumumkan bonus emas Asian Games 2026 sebesar Rp3 miliar di hadapan atlet kontingen Indonesia.

NUSA TENGGARA BARAT — Bonus emas Asian Games 2026 kini berada di level tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia. Presiden Prabowo menyampaikan langsung angka tersebut di hadapan ratusan atlet yang akan berangkat ke Jepang, menjadikannya salah satu pesan paling konkret dari acara pelepasan kontingen.

Perbandingan dengan SEA Games bukan sekadar soal nominal. Ada pesan tentang bagaimana negara memposisikan dua ajang itu dalam jenjang kompetisi yang berbeda.

Dari Rp400 Juta di Incheon ke Rp3 Miliar di Aichi-Nagoya

Kenaikan bonus emas Asian Games terjadi dalam dua dekade terakhir dengan lonjakan paling tajam pada edisi 2026. Pada Asian Games Incheon 2014, peraih emas nomor perorangan menerima Rp400 juta.

Empat tahun kemudian, saat Indonesia menjadi tuan rumah di Jakarta dan Palembang, angkanya naik menjadi Rp1,5 miliar untuk nomor perorangan. Nomor ganda mendapat Rp1 miliar, sementara peraih emas beregu memperoleh Rp750 juta per atlet. Pajak atas bonus ditanggung negara.

Pada Asian Games Hangzhou 2022, bonus emas perorangan kembali naik menjadi Rp1,575 miliar. Kini di Aichi-Nagoya, angkanya menjadi Rp3 miliar.

Perhatian untuk Perak, Perunggu, dan Masa Depan Pelatih

Ada bagian lain dari kebijakan penghargaan yang tidak sebesar angka Rp3 miliar dalam pemberitaan, tetapi menyentuh kehidupan atlet setelah pertandingan berakhir. Peraih medali perak dan perunggu tetap mendapat perhatian, begitu pula para pelatih.

Bagi atlet dan pelatih berstatus anggota TNI atau Polri, perhatian itu mencakup percepatan jenjang karier dan kenaikan pangkat. Karier olahraga tidak berlangsung selamanya, dan penghargaan yang menyangkut perjalanan karier di institusi bisa berarti berbeda dari uang yang diterima sesaat setelah pertandingan.

Rp465,25 Miliar untuk Bonus SEA Games 2025

Pemerintah bukan kali pertama mengucurkan bonus besar. Pada Januari 2026, total Rp465,25 miliar dicairkan untuk Kontingen Indonesia pada SEA Games 2025.

Salah satu penerimanya adalah atlet triatlon Martina Ayu Pratiwi yang mendapatkan Rp3,44 miliar dari lima emas dan dua perak. Martina tidak menghabiskan seluruh uang itu untuk kebutuhan sesaat. Sebagian digunakan untuk merenovasi rumah orang tuanya di Magetan, sebagian lain disimpan sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2026 dan Olimpiade.

Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menggandeng lembaga perbankan untuk memberikan literasi keuangan kepada atlet. Ada kesadaran bahwa menerima uang dalam jumlah besar membutuhkan kemampuan mengelolanya.

Pesan Taufik Hidayat: Bonus Bukan Tujuan Utama

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat punya pandangan tersendiri soal bonus. Sebagai mantan atlet yang merengkuh medali emas Olimpiade Athena 2004, ia memahami dinamika di panggung tertinggi olahraga dunia.

Berdasarkan pengalamannya, Taufik mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan bonus sebagai tujuan utama. Pesannya sederhana: bertandinglah demi prestasi, bonus akan mengikuti.

Angka Rp3 miliar bukan jumlah kecil dan sanggup mengubah kehidupan seseorang. Namun, seorang atlet membutuhkan fondasi motivasi yang lebih kuat untuk bertahan melewati beratnya latihan, cedera, serta kegagalan sebelum meraih kemenangan.

Target Empat Emas dan Tantangan yang Berbeda

Di Aichi-Nagoya, tantangan Indonesia tidak lagi sama seperti empat tahun lalu. Indonesia menargetkan empat medali emas, lebih rendah dibandingkan capaian tujuh emas pada Asian Games Hangzhou 2022.

Target realistis ini ditetapkan karena tiga nomor yang menjadi lumbung medali Indonesia sebelumnya tidak lagi dipertandingkan. Dua nomor dragon boat dan satu nomor menembak absen dari program Asian Games 2026.

Artinya, bonus Rp3 miliar tidak hanya soal apresiasi. Ia menjadi penanda seberapa berat perjalanan Indonesia untuk kembali ke papan atas Asia tanpa nomor-nomor andalan yang selama ini menopang capaian medali.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top