NUSA TENGGARA BARAT — Sertifikasi tersebut memuat sejumlah detail teknis yang biasanya baru terungkap mendekati waktu rilis. Jika akurat, ini jadi sinyal awal bahwa Xiaomi tidak ingin menunda ekspansi global flagship terbarunya terlalu lama.
Dari dokumen yang beredar, varian global Xiaomi 18 terdaftar dengan beberapa konfigurasi kunci. Detail ini biasanya jadi acuan sebelum perangkat resmi dipasarkan di luar China.
Kombinasi IP68 dan 100W bukan hal baru di segmen flagship, tapi kehadirannya di varian global menandakan Xiaomi tidak memangkas spesifikasi untuk pasar internasional.
NCC adalah lembaga sertifikasi telekomunikasi di Taiwan. Perangkat yang muncul di basis data mereka biasanya sudah mendekati tahap distribusi komersial.
Artinya, kemunculan Xiaomi 18 di NCC bisa dibaca sebagai persiapan peluncuran di pasar global, termasuk kemungkinan Indonesia. Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi soal tanggal atau harga.
Seri Xiaomi 18 dijadwalkan debut di China bulan ini sebagai flagship terbaru perusahaan. Pola umum Xiaomi adalah merilis di China lebih dulu, lalu membawa versi global beberapa bulan kemudian.
Namun, bocornya sertifikasi NCC kali ini memunculkan spekulasi bahwa jeda antara peluncuran China dan global bisa lebih singkat dari biasanya.
Belum ada informasi resmi soal chipset, kapasitas baterai, konfigurasi kamera, atau harga jual Xiaomi 18 varian global. Semua angka yang beredar masih bersifat bocoran dan belum dikonfirmasi Xiaomi.
Untuk pasar Indonesia, belum ada indikasi tanggal masuk resmi. Pengguna yang menunggu flagship Xiaomi sebaiknya memantau pengumuman resmi perusahaan dalam beberapa pekan ke depan.