14 Wartawan DIY Ikuti Capacity Building di Lombok Barat, BI Kenalkan Potensi Ekonomi NTB yang Tumbuh 7,41 Persen

Penulis: Taufik Rahman  •  Kamis, 10 September 2026 | 06:16:31 WIB
Sejumlah wartawan dari berbagai media di DIY mengikuti pembukaan Capacity Building Wartawan DIY di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, NTB, Rabu (9/9/2026).

LOMBOK BARAT — Sebanyak 14 wartawan dari berbagai media di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti Capacity Building Wartawan DIY yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema 'Peluang dan Tantangan Jurnalisme di Era Transformasi Media', kegiatan ini berlangsung hingga 11 September 2026. Selain menjadi ruang peningkatan kapasitas jurnalistik, para peserta diajak memperluas perspektif pemberitaan ekonomi daerah dengan menilik langsung potensi NTB.

Ekonomi NTB Tumbuh 7,41 Persen, Ditopang Tiga Sektor Utama

Kepala KPw Bank Indonesia NTB Hario Kartiko Pamungkas menyambut baik pemilihan NTB sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, momen ini menjadi sarana saling belajar antardaerah.

“Terima kasih menjadikan NTB sebagai tempat capacity building wartawan DIY. Kami menyadari bahwa kita harus saling belajar antara satu wilayah dengan wilayah lainnya dan mengambil pelajaran dari masing-masing daerah,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan tersebut, Rabu.

Hario memaparkan, pada triwulan II 2026 ekonomi NTB tumbuh 7,41 persen. Angka tersebut ditopang tiga lapangan usaha utama, yaitu pertanian, pertambangan, dan perdagangan.

Lumbung Pangan hingga Tambang Tembaga di Sumbawa

Dari sektor pertanian, NTB disebut memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Komoditas unggulan seperti beras dan jagung menjadi andalan daerah.

Sementara itu, sektor pertambangan khususnya tembaga di Sumbawa menjadi penggerak penting perekonomian. Hario menekankan pentingnya pengembangan industri pengolahan hasil tambang ke depan.

“Ke depan akan dikembangkan industri pengolahan yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi,” katanya.

Destinasi Unggulan dan Dorongan Mobilitas Wisatawan

Aktivitas ekonomi NTB juga mendapat dorongan dari sisi perdagangan dan pariwisata. Meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur panjang serta kunjungan wisatawan turut menggerakkan perekonomian.

NTB memiliki ragam destinasi dan infrastruktur pariwisata unggulan, mulai dari Senggigi, Bandara Internasional Lombok, hingga kawasan Mandalika. Harapannya, pengembangan pariwisata tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi berdampak lebih luas ke berbagai daerah di NTB.

Konektivitas Bali-NTB-NTT untuk Jaga Inflasi

Hario menambahkan, penguatan konektivitas antarwilayah menjadi kunci, termasuk melalui kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT. Kolaborasi ini tidak hanya menyangkut pariwisata, tetapi juga pengendalian inflasi dan penguatan hubungan ekonomi.

“Bagaimana Bali dan NTB lebih terhubung kuat. Untuk pengendalian inflasi, hubungan antardaerah harus lebih kuat. Kalau satu daerah membutuhkan dukungan, maka bisa dibantu daerah sekitarnya,” jelasnya.

Menurut dia, potensi-potensi tersebut perlu dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat. Pemberitaan media yang informatif dan konstruktif dinilai mampu membangun kepercayaan pelaku ekonomi terhadap daerah.

“Potensi-potensi di NTB dan kondisi ini perlu diwartakan dengan baik, sehingga para pelaku ekonomi percaya terhadap keberpihakan pemerintah pada pertumbuhan ekonomi. Ekonomi NTB baik sehingga investor juga tertarik berinvestasi di sini,” katanya.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: rejogja.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top