NUSA TENGGARA BARAT — Pariwisata Korea Selatan menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan di tengah tekanan ekonomi global. Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mencatat 12,8 juta wisatawan mancanegara datang ke Negeri Ginseng pada Januari-Juli 2026, seperti dilaporkan Korea Herald, Rabu (9/9/2026).
Angka ini meningkat 21,3 persen dari 10,56 juta kunjungan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Yang menarik, wisatawan Jepang mendominasi dengan 2,28 juta kunjungan, naik 18,8 persen secara tahunan.
Hingga Juli 2026, 28 persen dari seluruh warga Jepang yang bepergian ke luar negeri memilih Korea Selatan sebagai tujuan mereka. Ini merupakan proporsi tertinggi yang pernah tercatat, naik 3,5 poin persentase dibanding tahun sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, Korea Selatan berhasil melampaui Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, dan Vietnam sebagai destinasi favorit wisatawan Jepang. Perubahan preferensi ini tidak lepas dari strategi maskapai penerbangan yang mengalihkan kapasitas rute jarak jauh ke rute jarak pendek imbas kenaikan bahan bakar.
Langkah tersebut mendorong kapasitas kursi penerbangan mingguan rute Korea-Jepang menjadi 349.000 kursi, naik 2,4 persen dibandingkan akhir tahun 2025. Pemerintah Korea dan Korea Tourism Organization memanfaatkan tambahan kapasitas ini melalui kampanye yang mengarahkan wisatawan Jepang ke bandara-bandara daerah.
Bandara Gimhae, Jeju, dan Cheongju mencatat lonjakan kedatangan wisatawan Jepang antara 52 persen hingga 93 persen. Strategi ini sekaligus mendekatkan wisatawan ke destinasi di luar Seoul.
Pejabat terkait menyebut melemahnya nilai tukar yen Jepang serta meningkatnya popularitas kosmetik dan makanan Korea di Jepang turut mendongkrak permintaan. Merek-merek Korea menguasai 33,5 persen pangsa pasar impor kosmetik Jepang pada kuartal pertama tahun ini, angka terbesar dibandingkan negara mana pun.
Untuk mempertahankan momentum, pemerintah berencana menggelar acara "K-Beauty Week" di Tokyo pada 26-30 Oktober. Stan promosi juga akan dibuka di berbagai bandara Jepang selama periode liburan pertengahan September yang dikenal sebagai "Silver Week."
"Kami akan terus menerapkan langkah-langkah respons yang disesuaikan dengan kondisi pasar demi mempertahankan momentum pertumbuhan ini," ujar seorang pejabat kementerian dalam sebuah pernyataan.
Bagi pelancong asal Indonesia yang berencana ke Korea Selatan akhir tahun ini, tren ini berarti pilihan penerbangan langsung dari kota-kota Jepang semakin banyak. Namun, untuk rute dari Indonesia, jadwal dan harga tiket tetap perlu dicek langsung ke maskapai karena dinamika harga avtur masih berlanjut.