NUSA TENGGARA BARAT — Lima gunung api di Indonesia saat ini berada di level Siaga (Level III), status yang menandakan peningkatan aktivitas semakin nyata atau sedang terjadi erupsi. Sementara itu, setidaknya 19 gunung lainnya berstatus Waspada (Level II), yang berarti ada anomali di atas normal dan berpotensi erupsi freatik maupun magmatik skala kecil. Data ini dirilis PVMBG melalui kanal resmi MAGMA ESDM dan berlaku per hari ini.
Bagi Anda yang tinggal di sekitar gunung berstatus Siaga, PVMBG mengimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius bahaya yang telah ditentukan. Berikut rinciannya:
Gunung Merapi (DI Yogyakarta & Jawa Tengah) menjadi perhatian utama karena secara konsisten mengeluarkan magma dan guguran lava pijar ke arah hulu sungai. Gunung Semeru (Jawa Timur) juga tengah aktif melontarkan abu vulkanik serta awan panas ke sektor Besuk Kobokan, Lumajang.
Di Sumatera, Gunung Sinabung berstatus Siaga menyusul potensi erupsi susulan dari kubah lavanya. Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memerlukan kewaspadaan tinggi bagi pelayaran dan wilayah pesisir Lampung-Banten. Terakhir, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur menunjukkan eskalasi intens dengan guguran lava dan awan panas.
Level Waspada tidak selalu berarti gunung ditutup total, namun aktivitas di atas normal sedang terjadi. Beberapa destinasi pendakian populer masuk daftar ini, termasuk Gunung Bromo dan Gunung Rinjani. PVMBG mencatat anomali berupa naiknya kegempaan atau aktivitas permukaan di kedua gunung tersebut.
Kelompok gunung di Maluku Utara, yakni Dukono, Gamalama, dan Ibu, mencatatkan erupsi abu secara terus menerus. Di Jawa, Gunung Raung, Slamet, dan Ijen (melalui Gunung Iya) berada dalam pengawasan ketat karena berpotensi mengeluarkan gas beracun. Sementara itu, Gunung Marapi di Sumatera Barat dan Gunung Kerinci di perbatasan Sumatera Barat-Jambi juga berstatus Waspada dengan aktivitas fluktuatif.
Bagi pendaki, status Siaga dan Waspada berarti larangan mendekati kawah atau zona berbahaya yang telah ditetapkan. PVMBG secara spesifik meminta pendaki menjauhi kawasan kawah dan area dalam radius yang telah diumumkan. Sebelum berangkat, selalu cek pembaruan status melalui situs MAGMA ESDM atau aplikasi resmi yang dapat diunduh.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk senantiasa mematuhi radius aman serta arahan dari PVMBG. Untuk informasi detail mengenai peta dan radius bahaya per gunung, kanal resmi MAGMA ESDM di magma.esdm.go.id menjadi rujukan paling akurat dan terkini.