NUSA TENGGARA BARAT — KabarOto.com berkesempatan menjajal langsung QJMotor Fort 250 Adventure selama tujuh hari dengan total jarak tempuh 563,7 km. Rute pengujian mencakup Jakarta Barat, BSD, Gading Serpong, Bintaro, hingga Pamulang, plus medan uji berupa aspal halus, jalan beton, gravel, rumput, dan pasir pantai dalam kondisi cuaca panas.
Karakter pertama yang langsung terasa adalah torsi dan akselerasi awal yang sangat responsif. Penyaluran tenaganya terasa lebih agresif dibanding rival sekelasnya dari pabrikan Jepang, membuat manuver di perkotaan terasa lincah.
Saat melaju di jalan bebas hambatan, top speed yang berhasil dicatat test rider mencapai 121 kpj. Menutup gas menghasilkan efek engine brake yang kuat, terasa seperti "dikocok" di jalan datar, tapi sangat membantu menjaga kestabilan dan mengurangi beban kerja rem saat melewati turunan curam.
Dengan gaya berkendara normal menggunakan BBM oktan 92, rata-rata konsumsi bahan bakar tercatat di angka 27 kpl. Angka ini terbilang efisien untuk skutik 250 cc yang kerap dipacu di jalan perkotaan.
Fort 250 Adventure menggunakan ban berukuran 110/80-14 di depan dan 130/70-13 di belakang. Karakter ban terasa empuk saat dingin dan memadat ketika panas, memberikan daya cengkeram yang cukup baik di lintasan kering maupun basah tanpa kendala selip berarti.
Penggunaan pelek jari-jari tubeless menjadi nilai jual utama skutik ini. Bobotnya yang ringan mendukung akselerasi dan deselerasi, serta terbukti tangguh saat menghantam lubang maupun jalanan bergelombang.
Meski dinilai lebih kuat dari pelek racing palang, pemilik perlu mengantisipasi perawatan berkala berupa penyetelan ulang jari-jari di masa mendatang. Sayangnya, ruang sepatbor belakang yang terbatas membatasi opsi upgrade ke ukuran ban lebih besar.
Suspensi depan upside down membantu stabilitas saat menikung. Namun, karakter per belakang terasa terlalu 'membal' ketika melewati jalan bergelombang. Ditemukan pula potensi toleransi bushing yang longgar saat motor digoyangkan ke kanan dan kiri dalam kondisi diam.
Rem belakang bekerja pakem dan dilengkapi parking brake lock yang sangat membantu di tanjakan atau turunan. Fitur ABS pada roda belakang terbukti responsif saat pengereman mendadak.
Desain headlamp dengan empat proyektor lebih mengedepankan estetika. Intensitas cahaya utamanya kurang terang untuk perjalanan malam hari atau medan adventure, sehingga disarankan menambah foglamp. Kabar baiknya, kapasitas aki bawaan berukuran besar sehingga aman untuk mendukung aksesori kelistrikan tambahan.
Dengan tinggi jok 780 mm dan jarak sumbu roda 1.280 mm, skutik ini cukup tinggi untuk rata-rata postur Asia. Test rider dengan tinggi 185 cm bisa menapak sempurna dengan kedua kaki, sementara posisi berkendara terasa santai berkat jok lebar dan ergonomis.
Kualitas finishing bodi, kerapatan panel, dan cat tergolong presisi di kelasnya. Dengan banderol harga Rp 53 jutaan untuk varian yang diuji, Fort 250 Adventure menawarkan paket menyenangkan, bertenaga, dan bernilai ekonomis tinggi. Sektor yang perlu jadi perhatian pemilik baru meliputi optimalisasi suspensi belakang, pemeriksaan sistem rem depan, serta penambahan sistem penerangan cadangan.