NUSA TENGGARA BARAT — TechCrunch resmi mengumumkan perekrutan relawan untuk edisi terbaru Founder Summit, acara yang sebelumnya dikenal sebagai All Stage. Ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 4 November ini menargetkan kehadiran sekitar 1.100 peserta, dan tim penyelenggara membutuhkan bantuan tenaga tambahan untuk memastikan operasional acara berjalan lancar.
Bagi kamu yang sedang membangun karier di ekosistem startup, posisi ini menawarkan pengalaman langsung yang jarang didapat dari bangku kuliah atau kerja kantoran.
Relawan akan ditempatkan di berbagai posisi penting sepanjang acara. Mulai dari membantu proses registrasi peserta, mengarahkan pembicara (speaker management), memandu pengunjung ke ruang sesi, memindai tiket masuk, hingga membantu persiapan teknis acara.
Pengalaman ini relevan bagi siapa pun yang bercita-cita menjadi penyelenggara acara, marketer, atau bahkan founder. Kamu akan melihat langsung bagaimana sebuah konferensi teknologi bereputasi internasional diproduksi dari nol.
TechCrunch tidak memungut biaya apa pun untuk pendaftaran relawan. Sebaliknya, relawan yang lolos seleksi akan menerima tiket masuk untuk menikmati rangkaian acara di luar jam kerja sukarela mereka.
Ditambah lagi, setiap relawan berhak atas pass gratis untuk menghadiri TechCrunch Disrupt pada 2027. Nilai tiket tersebut berada di kisaran ratusan dolar AS (setara lebih dari Rp 4 juta per tiket berdasarkan kurs estimasi Rp 16.500 per dolar AS), menjadikan program ini jauh lebih menguntungkan dibanding sekadar jadi penonton.
Keuntungan lain yang tidak kalah penting adalah akses ke sesi workshop yang dipandu para ahli. Materi yang dibahas mencakup strategi percepatan pertumbuhan pengguna, cara mendapatkan pendanaan awal, hingga teknik membangun brand untuk perusahaan rintisan.
Bagi pelaku bisnis digital Indonesia yang tengah merintis, materi semacam ini biasanya hanya tersedia untuk pemegang tiket berbayar. Lewat jalur relawan, kamu bisa mengikuti kelas yang sama secara gratis.
Perlu dicatat, posisi relawan tidak tersedia untuk semua orang. TechCrunch menegaskan bahwa kuota sangat terbatas dan pendaftaran ditutup paling lambat 19 Oktober. Seleksi akan dilakukan berdasarkan kebutuhan tim produksi acara.
Meski acara berlangsung di Boston, panggilan ini layak menjadi perhatian komunitas startup dan event organizer di Indonesia yang ingin mempelajari standar produksi event teknologi global.
Bagi kamu yang sedang berada di Amerika Serikat atau berencana ke sana pada awal November, mengirimkan aplikasi relawan bisa menjadi pintu masuk membangun jaringan dengan ekosistem VC dan founder internasional. Bagi yang belum sempat, agenda TechCrunch berikutnya masih terbuka untuk dipantau secara daring.