Bitcoin Berpeluang Kembali Tembus US$125 Ribu pada Akhir 2026

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:54:31 WIB
Bitcoin diproyeksikan kembali menembus US$125.000 pada akhir 2026 menurut laporan Bernstein.

Bitcoin diperkirakan kembali mampu menembus US$125.000 pada akhir 2026. Firma riset Wall Street, Bernstein, menyampaikan proyeksi ini dalam laporan yang terbit Rabu (26/8).

Bernstein menilai harga Bitcoin telah naik sekitar 28 persen dalam sepuluh hari terakhir, setelah sebelumnya sempat turun sekitar 50 persen dari puncaknya pada Oktober 2025. Rebound ini disebut menjadi sinyal berakhirnya siklus bearish.

Proyeksi Bernstein dibangun berdasarkan siklus empat tahunan Bitcoin yang berkaitan dengan halving, yang membagi pergerakan harga menjadi fase breakout, hype, drawdown, dan accumulation.

Firma tersebut juga menggunakan biaya marginal produksi sebagai dasar perhitungan. Biaya ini adalah estimasi biaya yang dibutuhkan miner dengan efisiensi paling rendah untuk menghasilkan Bitcoin baru, lalu dibandingkan dengan harga pasar dalam setiap siklus.

Bernstein turut menyoroti peran investor institusi yang kian besar dalam memegang Bitcoin. Kehadiran mereka dinilai memperkuat pasar ketika harga turun, sehingga penurunan kali ini lebih dangkal dibanding siklus-siklus sebelumnya.

Sebagai gambaran, Bitcoin sempat turun sekitar 50 persen dari puncaknya pada Oktober 2025, lebih kecil dibanding siklus lama yang pernah merosot hingga 75 sampai 90 persen.

Untuk jangka panjang, Bernstein mempertahankan target Bitcoin sekitar US$1 juta pada 2033. Pada skenario dasar, BTC diproyeksikan mencapai US$150.000 pada pertengahan 2027 dan memuncak sekitar US$300.000 pada 2029.

Sedangkan pada skenario optimistis, harga dapat menyentuh US$200.000 pada pertengahan 2027 dan US$500.000 pada 2029.

Angka-angka tersebut adalah proyeksi berdasarkan model dan skenario pasar, bukan kepastian pergerakan harga. Investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap gejolak aset kripto.

Reporter: Redaksi
Back to top