DOMPU — Sebuah lagu yang diputar di radio, warung kopi, atau ponsel bisa membuka pintu ingatan yang selama ini tersimpan rapat. Tanpa diduga, kita kembali merasakan suasana masa sekolah, pertemuan dengan orang yang pernah dekat, atau bahkan kesedihan yang lama ditinggalkan.
Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai music-evoked autobiographical memory, yaitu munculnya ingatan pribadi yang dipicu oleh musik. Berbeda dengan melihat foto lama yang hanya menampilkan kejadian, sebuah lagu mampu membawa pendengarnya kembali pada suasana dan perasaan di masa tersebut.
Ingatan manusia tidak hanya menyimpan fakta, tetapi juga merekam pengalaman yang berkaitan dengan emosi. Ketika sebuah lagu sering didengar pada periode bahagia, jatuh cinta, atau masa sekolah, lagu itu menjadi bagian dari jaringan kenangan tersebut.
Ketika lagu yang sama diputar kembali, kenangan dan emosi yang terkait dapat muncul bersamaan. Itulah sebabnya ada lagu yang membuat kita tersenyum tanpa sadar, tetapi ada pula yang membuat dada terasa sesak meskipun peristiwanya sudah lama berlalu.
Musik yang didengar pada masa remaja hingga awal masa dewasa ternyata lebih mudah membangkitkan kenangan dibandingkan lagu dari periode lain. Para peneliti menyebut pola ini sebagai reminiscence bump, yaitu kecenderungan seseorang mengingat lebih banyak pengalaman dari periode tertentu dalam hidupnya.
Pada usia tersebut, musik sering menjadi bagian dari pembentukan identitas, pertemanan, dan pengalaman penting. Tidak mengherankan jika sebuah lagu yang pertama kali didengar puluhan tahun lalu masih mampu memicu komentar, "Wah, lagu ini mengingatkan saya pada zaman dulu."
Sebagian orang merasa aneh ketika tiba-tiba teringat masa lalu hanya karena mendengar lagu. Padahal, hal ini merupakan cara kerja ingatan yang wajar dan tidak otomatis berarti seseorang ingin kembali ke masa tersebut.
Mengingat masa lalu melalui lagu bisa disamakan dengan membuka album foto lama, tetapi dalam bentuk suara. Kita mungkin sudah berubah, orang-orang dalam cerita itu mungkin sudah berbeda, dan tempatnya mungkin tidak sama. Namun, memori tentang masa tersebut masih tersimpan rapi.
Keistimewaan musik terletak pada maknanya yang berbeda bagi setiap pendengar. Sebuah lagu bisa mengingatkan seseorang pada masa sekolah, tetapi bagi orang lain lagu yang sama mengingatkan pada orang tua, perjalanan panjang, atau sebuah perpisahan.
Karena itu, kita tidak pernah benar-benar tahu cerita apa yang ada di balik lagu yang sedang didengarkan seseorang. Mungkin ia hanya menikmati musik, tetapi mungkin juga ia sedang bertemu kembali dengan bagian dari hidupnya.
Ketika sebuah lagu lama tiba-tiba membuat kita terdiam, tidak perlu heran. Bisa jadi bukan lagunya yang berubah, melainkan kita yang sudah berubah. Dulu kita mendengarkan lagu itu tanpa memahami betapa pentingnya sebuah masa.
Setelah bertahun-tahun berlalu, kita menyadari bahwa waktu tidak pernah benar-benar membawa semuanya pergi. Sebagian tetap tinggal, tersimpan dalam foto, cerita, nama seseorang, dan kadang-kadang dalam sebuah lagu yang tiba-tiba terdengar.
Untuk beberapa menit, kita kembali menjadi diri kita yang dulu. Bukan untuk mengulang masa lalu, hanya untuk mengingat bahwa kita pernah berada di sana.