Ketua Dekranasda NTB sekaligus Bunda Literasi NTB, Sinta Agathia Iqbal, membuka Museum Begawe Vol. 3 di Museum Negeri NTB, Mataram, Jumat (21/8/2026). Festival budaya tahunan ini mengusung tajuk "Kotaku Museumku, Kampungku Museumku" dan berlangsung hingga 23 Agustus dengan 10 agenda kegiatan. Acara ini menjadi strategi pemerintah daerah untuk menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan sejarah dan budaya lokal.
MATARAM — Museum Negeri NTB kembali menggelar festival budaya tahunan bertajuk Museum Begawe Vol. 3. Event yang berlangsung 21-23 Agustus ini dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda NTB sekaligus Bunda Literasi NTB, Sinta Agathia Iqbal, dan menghadirkan sepuluh kegiatan berbeda yang menyasar berbagai kalangan usia.
Berbeda dari pameran museum pada umumnya, festival ini dirancang sebagai ruang perjumpaan antara masyarakat dengan sejarah, seni, dan kreativitas. Mulai dari lomba Modern Ethnic Dance, Night at the Museum, hingga kompetisi game MLBB dan PUBGN, semua dikemas untuk menghapus kesan museum sebagai tempat yang membosankan.
Sinta Agathia Iqbal menegaskan bahwa museum tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat mengenang masa lalu bagi kalangan lanjut usia. Menurutnya, museum harus menjadi ruang edukasi sekaligus rekreasi yang bisa dinikmati semua kelompok umur.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sejak awal Museum Begawe diperkenalkan kepada kami, konsepnya ini punya cita-cita supaya anak-anak muda kita, generasi muda kita ini tidak antipati terhadap museum," ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Ia menilai variasi kegiatan yang dikemas Museum NTB telah membuka ruang bagi masyarakat untuk datang, melihat, lalu memiliki ketertarikan terhadap museum. "Anak-anak kita ini mau datang, melihat dulu, ditarik dulu ketertarikannya, kemudian mereka akan terbiasa untuk datang ke museum," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, menyebut Museum Begawe sebagai bentuk nyata literasi kebudayaan. Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang datang ke museum tidak hanya memperoleh informasi, tetapi mengalami kebudayaan secara langsung melalui interaksi dengan koleksi, cerita, dan berbagai ekspresi seni.
"Jadi inilah yang kita inginkan dalam pemajuan kebudayaan di NTB," tuturnya. Ihwan menambahkan, kegiatan ini membuktikan museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda masa lalu, melainkan ruang hidup yang menjadi laboratorium pemajuan kebudayaan.
Ia berharap ke depan Museum NTB semakin kuat sebagai pusat pelestarian, edukasi, literasi, dan kreativitas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa Begawe dalam terminologi masyarakat NTB berarti bekerja bersama-sama untuk kebaikan atau gotong royong. Semangat inilah yang ingin dihadirkan dalam festival ini.
"Dari anak muda, dari TK sampai dengan senior citizen, itu bisa berkumpul dalam event Museum Begawe ini," ucapnya. Sepuluh agenda yang digelar antara lain:
Melalui beragam agenda tersebut, Museum NTB berkomitmen menghadirkan museum yang inklusif, ramah, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Sinta berharap semakin dalam generasi muda mengenal sejarah daerahnya, semakin tumbuh rasa cinta dan penghargaan terhadap warisan budaya NTB.