Sikka — Langkah nyata untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjadi fokus utama Menteri PU Dody Hanggodo. Percepatan dilakukan lewat penyediaan air darurat dan penyiapan sumber air tambahan yang menyasar sekitar 7.000 warga di delapan desa.
Pulau Palue, yang berada di bagian utara Pulau Flores, termasuk wilayah yang dilanda gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kebutuhan air bersih merupakan prioritas dalam penanganan warga yang terdampak bencana.
"Kita pastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi sekarang, sekaligus kita siapkan sumber air yang dapat mendukung kebutuhan mereka dalam jangka panjang," kata Dody Hanggodo.
Menindaklanjuti instruksi itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw bersama jajaran meninjau langsung kondisi Pulau Palue pada Selasa (18/8/2026).
Bersama Bupati Sikka Juventus Kago, Dirjen SDA meninjau tiga titik dari sekitar 10 titik longsoran yang teridentifikasi serta memeriksa sumur bor yang dibangun 2023 dengan kapasitas sekitar 1,8 liter per detik, yang jadi salah satu sumber layanan air warga.
Untuk kebutuhan air pascagempa, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah mengirim empat unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter ke Pulau Palue.
BBWS Nusa Tenggara II juga menyiapkan survei geolistrik untuk memetakan potensi sumber air tanah, yang menjadi dasar penentuan titik pengembangan sumber air baru agar pasokan air tak hanya mengandalkan sumber yang ada sekarang.
Kementerian PU turut mengidentifikasi kebutuhan perbaikan bangunan pengaman pantai sepanjang kurang lebih 250 meter di kawasan Maluriu.
Di luar urusan air, Kementerian PU menindaklanjuti pemulihan akses dan perlindungan kawasan permukiman. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT menyiapkan satu unit excavator tipe PC 200 untuk membersihkan material longsoran yang mengganggu akses warga di sejumlah titik.
Kantor Camat Palue yang rusak akibat gempa juga menjadi perhatian Kementerian PU sebagai bagian dari pemulihan fasilitas pelayanan publik.
Dengan langkah itu, Kementerian PU memastikan penanganan Pulau Palue dilakukan bertahap, dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama air bersih, sebagai prioritas utama pascagempa.