BBPOM Mataram Siap Uji Rapid Test Keamanan Pangan di Lomba Menu MBG NTB, 22 Agustus 2026

Penulis: Ridho Pratama  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:14:02 WIB
BBPOM Mataram menyiapkan rapid test kit untuk menguji keamanan pangan dalam Lomba Menu MBG NTB pada 22 Agustus 2026.

MATARAM — Lomba Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menjadi ajang uji keamanan pangan. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menyatakan kesiapannya mengawal acara yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 tersebut.

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, menegaskan pihaknya akan menerjunkan pengawasan ketat terhadap bahan baku yang digunakan para peserta. Tidak hanya itu, perangkat rapid test kit juga disiapkan untuk pemeriksaan cepat di lokasi.

“BBPOM di Mataram siap mendukung pelaksanaan Lomba Menu Program Makan Bergizi Gratis melalui pengawasan terhadap keamanan bahan baku yang digunakan oleh SPPG serta penyediaan rapid test kit untuk pemeriksaan cepat aspek keamanan pangan selama pelaksanaan kegiatan,” ujar Yogi dalam rapat persiapan yang digelar di Mataram.

Bukan Sekadar Kompetisi Memasak

Kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar ajang unjuk kreativitas meracik menu. Pemerintah Provinsi NTB menjadikannya medium edukasi publik tentang pentingnya prinsip gizi seimbang yang tidak bisa dipisahkan dari jaminan keamanan pangan.

Lomba ini akan diikuti oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpilih yang mewakili wilayah di Pulau Lombok. Rangkaian acara ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, Dr. Fathul Gani, yang memimpin rapat, menekankan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci sukses penyelenggaraan. Ia berharap lomba tidak hanya menghasilkan menu inovatif, tetapi juga menjadi contoh nyata penerapan keamanan pangan dalam program MBG.

Rapid Test Kit dan Pengawasan Bahan Baku

Keterlibatan BBPOM di Mataram menjadi jaminan bahwa aspek keamanan pangan tidak sekadar formalitas. Pengawasan dilakukan sejak dari hulu, yakni pemilihan bahan baku oleh SPPG, hingga proses pengolahan saat lomba berlangsung.

Yogi menambahkan, menu yang disajikan peserta diharapkan memenuhi kebutuhan gizi sekaligus aman dikonsumsi. “Kami berharap menu yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi sehingga dapat menjadi contoh penerapan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis,” katanya.

Rapat persiapan ini turut dihadiri Badan Gizi Nasional (BGN) Regional NTB, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Seluruh pemangku kepentingan sepakat mendorong lahirnya inovasi menu yang memanfaatkan potensi pangan lokal NTB.

Mendorong Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal

Sinergi antara Pemprov NTB, BGN, PERSAGI, dan BBPOM di Mataram diarahkan untuk menciptakan standar baru penyajian makanan bergizi di sekolah dan masyarakat. Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi salah satu kriteria penilaian yang didorong dalam lomba.

Dengan pengawasan ketat dari BBPOM, diharapkan para penyelenggara MBG di NTB semakin memahami cara pengolahan pangan yang baik. Pemahaman ini penting untuk melindungi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, bukan hanya saat perlombaan berlangsung.

Lomba Menu Program MBG 2026 ini menjadi uji coba kolaborasi lintas institusi dalam memastikan makanan bergizi yang disajikan kepada masyarakat benar-benar aman dari kontaminasi.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: ayolombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top