LOMBOK TIMUR — Rencana penambahan dermaga ini mengemuka saat Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meninjau langsung lokasi KNMP Ekas Buana. Dalam kunjungan itu, para nelayan menyampaikan persoalan mendasar yang mereka hadapi sehari-hari.
Dermaga eksisting yang dibangun KKP sepanjang 50 meter dinilai belum ideal. Kondisi perairan setempat membuat ujung dermaga mengering saat surut, sehingga kapal tak bisa merapat dan aktivitas bongkar muat terhenti.
Ketua KNMP Ekas Buana, Yanto, menjelaskan panjang 50 meter sebenarnya merupakan standar nasional untuk seluruh kawasan nelayan modern binaan KKP. Namun, karakteristik perairan di Ekas Buana berbeda dengan daerah lain.
“Untuk dermaga yang saat ini dari kementerian memberikan kami bantuan sepanjang 50 meter. Memang semua KNMP di Indonesia sama, 50 meter. Tetapi kami sudah dijanjikan penambahan sekitar 20 meter untuk tambatan perahu,” ujarnya.
Kondisi ini diperparah dengan aktivitas nelayan yang hanya bisa bertransaksi saat air pasang. “Kurang panjang itu, Pak. Kalau air surut di sana kering, jadi kapal tidak bisa merapat,” ujar seorang nelayan kepada para menteri saat peninjauan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri Trenggono langsung memberi persetujuan. Ia meminta jajarannya segera merealisasikan perpanjangan dermaga sekitar 20 meter.
Yanto menyambut baik keputusan itu. Menurutnya, tambahan panjang dermaga akan memperluas area tambatan perahu dan menjadi solusi atas keterbatasan yang selama ini dikeluhkan nelayan.
“Kalau dermaga bertambah, kapal nelayan 5 sampai 10 GT bisa bertransaksi setiap saat. Selama ini mereka hanya bisa bersandar ketika air pasang,” katanya.
Penambahan dermaga ini akan melengkapi sejumlah fasilitas yang telah beroperasi di KNMP Ekas Buana. Kawasan tersebut saat ini sudah memiliki gudang beku portabel, pabrik es, bengkel nelayan, hingga kios kuliner.
Dengan dermaga yang lebih panjang, distribusi hasil tangkapan diharapkan semakin lancar. Aktivitas ekonomi nelayan di kawasan ini pun diproyeksikan menguat seiring optimalisasi fungsi kawasan nelayan modern di pesisir selatan Lombok Timur tersebut.