MATARAM — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Mataram memastikan pasokan listrik ke pelanggan tetap normal selama proses peremajaan jaringan berlangsung. Metode PDKB memungkinkan teknisi bekerja langsung pada kabel yang masih dialiri tegangan tinggi.
Manager PLN UPT Mataram, Anung Hermawan, menjelaskan bahwa komponen isolator rentan mengalami penurunan kualitas akibat paparan cuaca ekstrem, kelembapan tinggi, debu, dan polusi. “Peralatan yang terpapar cuaca, kelembapan, debu, dan polusi berpotensi mengalami penurunan kualitas sehingga perlu diremajakan secara berkala,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Jika dibiarkan, isolator yang aus bisa memicu gangguan pada sistem transmisi. Pemeliharaan rutin menjadi kunci untuk mencegah pemadaman mendadak yang merugikan pelanggan rumah tangga maupun industri.
Seluruh personel yang dikerahkan telah mengantongi sertifikasi PDKB. Mereka menggunakan peralatan berstandar internasional dan menerapkan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat. “Melalui metode PDKB, kami dapat melakukan pemeliharaan tanpa memadamkan listrik pelanggan. Ini merupakan upaya PLN menjaga performa jaringan agar tetap andal dan aman,” kata Anung.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, mengatakan momentum kemerdekaan menjadi pengingat bagi perseroan untuk terus meningkatkan kualitas layanan. “Melalui pemeliharaan tanpa padam menggunakan metode PDKB, PLN berkomitmen menjaga kenyamanan pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pelayanan publik di NTB,” katanya.
Yondri menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan melalui inspeksi rutin, peremajaan peralatan, serta penerapan teknologi modern. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan listrik yang aman dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat.