MATARAM — Sebanyak 200 calon jemaah yang telah mendaftar dan mengikuti program tabungan di Annahda Travel diproyeksikan berangkat pada tahun ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya memberangkatkan jemaah setiap dua bulan sekali. Kini, Annahda Travel berkomitmen melayani pemberangkatan sebulan sekali.
TGH. Abdul Baasith menekankan bahwa pembekalan manasik bukan sekadar formalitas. "Sebelum berangkat kita memang harus bekalilah para tamu Allah dengan persiapan. Sehingga nanti ketika di Mekkah-Madinah mereka memahami dengan betul apa yang perlu disiapkan di sana," ujarnya.
Pemahaman yang matang, menurutnya, menjadi kunci agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan tertib. Langkah ini sejalan dengan prinsip Annahda Travel yang berkomitmen mempermudah perjalanan jemaah menuju Baitullah.
Di tengah acara, Annahda Travel memberikan kejutan berupa hadiah umrah gratis kepada jemaah terpilih. Program ini merupakan wujud nyata dari motto perusahaan, "Berkah Bersama."
"Jadi kami ingin kebaikan itu tidak hanya kami rasakan tapi kami juga bagi untuk para tamu-tamu Allah. Sehingga kami ada komitmen bahwa kebaikan yang kami terima dari proses memberangkatkan ibadah ini juga akan kami bagi kepada para tamu Allah dalam bentuk umroh gratis," terang TGH. Abdul Baasith.
Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat NTB agar semakin bersemangat menunaikan ibadah haji maupun umrah. Di sisi lain, agenda ini menjadi momentum evaluasi bagi Annahda Travel untuk terus berbenah.
Langkah maju Annahda Travel mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB, H. Lalu Muhamad Amin, yang turut hadir. Sebagai bentuk dukungan nyata, Kanwil Kemenhaj NTB berencana meluncurkan aplikasi digital bernama "Manasik Sasambo."
Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah komunikasi dan panduan jemaah asal NTB selama berada di Tanah Suci. Keunikannya, aplikasi ini akan dilengkapi pilihan bahasa daerah NTB, yaitu bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo, selain bahasa Indonesia.
"Sehingga nanti jemaah haji kita ketika berada di mana saja dan sedang melakukan apa saja dapat menggunakan aplikasi ini dan dapat dilakukan berulang-ulang," pungkas Amin. Terobosan ini diharapkan membantu jemaah di samping program manasik yang sudah ada dari pemerintah dan relawan.