LOMBOK TENGAH — Dua sekolah menengah kejuruan di Pulau Lombok kini memiliki alat peraga pembelajaran mesin mobil terbaru. SMKN 1 Jonggat menerima satu unit mesin Toyota tipe 2TR-FE berbahan bakar bensin, sedangkan SMKN 2 Kuripan mendapatkan mesin diesel tipe 2GD-FTV.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto di SMKN 1 Jonggat. Kedua mesin tersebut akan digunakan sebagai sarana praktik dan alat peraga bagi siswa untuk mempelajari teknologi mesin Toyota yang saat ini sudah beredar luas di masyarakat.
Inisiatif ini merupakan perluasan program pengembangan sekolah vokasi TMMIN ke Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya, program serupa telah berjalan di sejumlah SMK di Pulau Jawa.
SMKN 1 Jonggat dan SMKN 2 Kuripan dipilih karena memiliki jurusan teknik kendaraan ringan dan teknik otomotif yang relevan. Dengan adanya mesin peraga, siswa dapat mempelajari sistem kerja mesin secara langsung tanpa harus menunggu magang di bengkel.
"Kami percaya bahwa masa depan industri Indonesia dibangun dari ruang-ruang belajar yang hari ini ditempati para siswa. Langkah ini mungkin terlihat sederhana, namun kami berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi di daerah masing-masing," kata Nandi Julyanto dalam keterangan resmi yang diterima media.
Menurut Nandi, donasi mesin ini bukan sekadar pemberian barang, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kerja terampil di daerah. Ia menambahkan, industri otomotif nasional membutuhkan lulusan SMK yang menguasai teknologi mesin terkini.
Kepala SMKN 1 Jonggat menyambut baik bantuan tersebut. Pihak sekolah akan segera mengintegrasikan mesin peraga ke dalam kurikulum praktik semester depan. Siswa jurusan teknik kendaraan ringan dijadwalkan mulai menggunakan alat peraga pada Agustus 2026.
Di sisi lain, SMKN 2 Kuripan di Lombok Barat juga menyiapkan modul pembelajaran khusus untuk mesin diesel 2GD-FTV. Mesin ini banyak digunakan pada kendaraan komersial Toyota di Indonesia, sehingga relevan dengan kebutuhan industri di NTB.
Program CSR TMMIN di bidang pendidikan ini menargetkan penguatan kompetensi vokasi di daerah-daerah yang memiliki potensi industri namun terbatas akses terhadap alat peraga modern. Lombok menjadi salah satu prioritas setelah sebelumnya program serupa dijalankan di Jawa Barat dan Jawa Timur.