MATARAM — Persoalan tunggakan jasa perawatan kendaraan dinas di lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda NTB akhirnya mendapat respons dari pejabat baru. Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso yang baru dilantik sebagai Dirlantas menyatakan akan menuntaskan warisan utang tersebut sesuai aturan yang berlaku.
Hutang jasa harwat randis itu merupakan peninggalan dari Dirlantas Polda NTB sebelumnya, Kombes Pol. Romadhoni Sutardjo, yang kini menjabat Kasubdit Pamwaster Ditpamobvit Korshabara Baharkam Polri. Nilai piutang yang belum dibayarkan disebut tidak besar, namun sudah menunggak cukup lama.
“Mengingat saya baru menjabat, maka kami akan pelajari dulu apa dan bagaimana kasusnya, yang jelas harus diselesaikan sesuai ketentuan,” tegas Kombes Pol Iman Pribadi saat ditemui awak media di Mataram.
Owner bengkel Light Auto, Frienky Wijaya, mengaku bersyukur karena persoalan ini mulai mendapat perhatian dari pimpinan baru. Ia berharap ada titik terang setelah sebelumnya pembayaran molor tanpa kejelasan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dirlantas Polda NTB yang baru, karena sudah memberi perhatian terhadap persoalan ini. Saya berharap ada solusi dan kejelasan, sehingga masalah ini bisa selesai dengan baik sesuai ketentuan,” ucap Frienky.
Menurut Frienky, nilai tagihan yang belum dibayar hanya Rp9,350 juta. Meski jumlahnya kecil untuk ukuran institusi, keterlambatan pembayaran selama ini cukup mengganggu arus kas usahanya. “Hutangnya cuma Rp9,350 juta saja, tidak banyak kok kalau ukuran Dirlantas. Cuma kan lama bayar, ya kita minta kompensasi lah. Kami kan murni bisnis jasa. Masa setelah didumas baru mau dibayar,” tuturnya.
Di luar soal utang, Kombes Pol. Iman Pribadi memastikan program-program Ditlantas yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan. Ia mengedepankan pendekatan edukatif dalam setiap razia, dengan teguran simpatik dan pembinaan sebagai prioritas utama.
“Insya Allah ke depan kita kedepankan razia secara edukatif yang mengedepankan teguran simpatik, kita mengimbau dan mengingatkan agar pelanggaran tidak diulangi kembali, kita kurangi represif, penegakan hukum hanya sedikit saja yang penting ada efek edukasi. Karena lupa itu manusiawi, jadi kita perbanyak edukasi,” katanya.
Dirlantas baru juga menyoroti optimalisasi sistem ETLE, peningkatan layanan registrasi dan identifikasi kendaraan, serta pengawasan internal yang lebih ketat. “Kami akan perketat pengawasan internal, kita harus kompak secara internal, tidak boleh satu sama lain ada perselisihan, harus lebih dewasa sehingga pelayanan kepada masyarakat benar-benar didasari niat tulus berbakti,” tandasnya.
Kombes Iman Pribadi juga mengajak insan pers untuk bersama-sama mengampanyekan budaya tertib berlalu lintas di NTB. Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan bisa ditekan. (AL-03)