MATARAM — PT. Taufik Haji dan Umrah (THU) tidak hanya menyiapkan tiket dan akomodasi untuk jamaah umrahnya. Sejak tiba di Kota Mataram, para calon tamu Allah itu telah menjalani rangkaian pelayanan yang dirancang agar mereka berangkat ke Tanah Suci dalam kondisi prima, baik fisik maupun pemahaman ibadah.
Pada sesi manasik yang berlangsung di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Direktur PT. THU, Taufik, S.H., turun langsung memberikan bimbingan. Pria yang memiliki pengalaman panjang mendampingi jamaah dan pernah bermukim di Makkah itu mempraktikkan seluruh rangkaian ibadah umrah.
Mulai dari niat ihram, tata cara memasuki Masjidil Haram, thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, hingga cara memberikan penghormatan kepada Hajar Aswad sesuai tuntunan syariat. Ia juga mendemonstrasikan pelaksanaan salat di belakang Maqam Ibrahim, tata cara minum air zamzam, dan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.
Pengurus Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, H. Islam Israil, mengingatkan jamaah agar tidak terlena dengan pusat perbelanjaan besar di Arab Saudi. “Perjalanan ini hanya sekitar 15 hari. Gunakan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah. Jaga kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah bisa dijalankan dengan optimal,” pesannya.
Ia juga membagikan tips praktis yang sering luput dari perhatian jamaah pemula. Salah satunya adalah menyelesaikan keperluan ke kamar kecil sebelum menuju Masjidil Haram. “Karena fasilitas kamar kecil di sekitar Masjidil Haram cukup jauh. Jangan sampai ibadah terganggu karena hal-hal seperti ini,” ujarnya.
H. Islam Israil menekankan pentingnya mengingat nomor dan nama pintu masuk Masjidil Haram. Menurutnya, banyak jamaah pemula yang kesulitan kembali ke titik pertemuan karena semua pintu hampir terlihat sama. Ia pun menyarankan jamaah datang ke masjid setidaknya satu jam sebelum waktu salat untuk mendapatkan tempat yang nyaman.
Sementara itu, Ustadz Zulkarnain, S.Pd.I., M.Pd., dalam materi manasik mengajak jamaah meluruskan niat semata-mata karena Allah. “Ibadah umrah adalah kesempatan membersihkan hati dan memperbaiki diri. Keberhasilan umrah bukan diukur dari banyaknya tempat yang dikunjungi, tetapi dari perubahan diri setelah kembali ke tanah air,” jelasnya.