MATARAM — Sebanyak 9.200 pelari dari berbagai daerah memadati Kawasan Mandalika, Lombok Tengah, untuk mengikuti Pocari Sweat Run Lombok 2026 pada Sabtu (12/7). Ajang yang baru kedua kalinya digelar ini tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM di Nusa Tenggara Barat.
Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengungkapkan bahwa sekitar 72 persen peserta berasal dari luar Pulau Lombok. Menurutnya, angka ini menunjukkan daya tarik event tersebut dalam mendatangkan wisatawan ke daerah.
“Kami berharap para peserta tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga menikmati destinasi wisata, kuliner, dan berbagai atraksi di Lombok sehingga manfaat sport tourism dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Puspita.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengapresiasi peningkatan kualitas penyelenggaraan tahun ini. Berbagai penyempurnaan dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan sebelumnya, sehingga acara semakin mendekati standar internasional.
“Kita berharap event ini berkembang menjadi world-class marathon, sehingga mampu menarik lebih banyak peserta mancanegara untuk datang ke Lombok,” kata Miq Iqbal, sapaan akrabnya.
Menurut Gubernur, sport tourism menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Event olahraga mendorong wisatawan tinggal lebih lama, menikmati destinasi wisata, kuliner lokal, produk UMKM, hingga atraksi budaya yang dimiliki NTB.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sport tourism di NTB. Ia menilai olahraga kini menjadi gaya hidup sekaligus sektor yang mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah.
“Event seperti ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kami berharap semakin banyak penyelenggara maupun brand nasional yang menghadirkan event berskala besar di NTB,” ujar Taufik.
ITDC turut memperkuat ekosistem olahraga dengan menghadirkan Mandalika Street Food Festival sebagai ruang promosi kuliner dan UMKM lokal. Selain itu, tiga lapangan padel dan satu lapangan basket diresmikan untuk melengkapi fasilitas di kawasan tersebut.
Penyelenggaraan tahun ini juga diramaikan berbagai side event yang dapat dinikmati masyarakat luas. Pemerintah Provinsi NTB menyebut kehadiran event-event olahraga berskala nasional maupun internasional menjadi rangkaian menuju penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang akan kembali digelar pada Oktober mendatang.
Dengan infrastruktur yang semakin lengkap, kalender event berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, Mandalika terus dipersiapkan sebagai destinasi olahraga berkelas dunia. Pemerintah daerah meyakini sektor ini mampu meningkatkan investasi, memperkuat daya saing pariwisata, dan menghadirkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat NTB.