Dolar AS Menguat ke 100,97 Akibat Ketegangan Iran-AS, Bank Vietnam Kompak Naikkan Kurs Jual

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 12:00:31 WIB
Dolar AS menguat ke level 100,97 didorong ketegangan Iran-AS.

NUSA TENGGARA BARAT — Vietcombank menetapkan kurs jual dolar AS di level 26.470 VND, naik 7 dong dibandingkan pekan lalu. Sementara itu, kurs beli transfer justru turun 13 dong menjadi 26.090 VND. Pola serupa diterapkan ACB Bank yang menurunkan kurs beli transfer sebesar 30 dong ke 26.070 VND, namun menaikkan kurs jual 7 dong ke 26.470 VND.

Yen dan Euro Tertekan, Poundsterling Malah Melonjak

Di luar dolar AS, pergerakan mata uang utama lainnya tercatat bervariasi. Euro melemah 5 dong di Vietcombank menjadi 29.595 VND untuk pembelian transfer dan 30.844 VND untuk penjualan. Yen Jepang juga turun 2,08 dong ke level 158,55 VND untuk pembelian dan 167,79 VND untuk penjualan.

Sebaliknya, poundsterling Inggris justru mencatat kenaikan signifikan sebesar 152 dong. Kurs beli transfernya kini berada di 34.712 VND, sementara kurs jualnya mencapai 35.824 VND.

Sentimen Global: Harga Minyak vs Ketegangan Geopolitik

Indeks dolar AS (DXY) naik 0,1 poin dalam sepekan terakhir ke posisi 100,97. Pasar sempat melihat pelemahan dolar di tengah pekan setelah penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, penguatan kembali terjadi setelah ketegangan militer antara AS dan Iran meningkat.

Thierry Wizman, ahli strategi FX di Macquarie, mengatakan kepada CNBC bahwa prospek kebijakan Federal Reserve sangat tergantung pada pergerakan harga minyak. "Jika harga minyak tidak naik lebih lanjut, Ketua The Fed Kevin Warsh akan memiliki lebih banyak ruang untuk melonggarkan sikap hawkish-nya," ujar Wizman. Sebaliknya, jika harga minyak melonjak lagi, bank sentral lain kemungkinan akan kembali ke kebijakan moneter yang lebih ketat.

Pasar Bersiap untuk Data Inflasi AS dan Kesaksian Warsh

Alat FedWatch dari CME menunjukkan probabilitas sebesar 69% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang. Angka ini mencerminkan ekspektasi pasar yang masih tinggi terhadap pengetatan moneter di tengah ketidakpastian inflasi.

Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS yang akan dirilis pekan depan, bersamaan dengan kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres. Kedua agenda ini akan menjadi sinyal kunci bagi arah kebijakan suku bunga global dalam beberapa bulan ke depan.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: vietnam.vn This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top