Dividen PAM Giri Menang ke Pemkab Lombok Barat Capai Rp12,8 Miliar, DPRD Nilai Belum Optimal

Penulis: Okta Nugraha  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 16:40:01 WIB
Dividen PAM Giri Menang tahap pertama sebesar Rp6,7 miliar telah disetorkan kepada Pemkab Lombok Barat.

GIRI MENANG — Direktur Utama PAM Giri Menang, H. Sudirman, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada Bupati Lombok Barat terkait setoran dividen tahun ini. Tahap pertama sebesar Rp6,7 miliar telah disetorkan pada bulan ini.

"Hari ini surat kami ke pak Bupati, kami sampaikan setor dividen tahap I, sekitar Rp6,7 miliar untuk tahap I," jelas Sudirman.

Tahap kedua direncanakan akan disetorkan pada Agustus 2026, dengan total keseluruhan dividen yang disetor mencapai Rp12,8 miliar lebih. Keputusan ini, menurut Sudirman, berkaitan dengan kondisi kas perusahaan.

Porsi Dividen Belum Sebanding dengan Laba Bersih Rp50 Miliar

Anggota Komisi II DPRD Lombok Barat, Munawir Haris, menyoroti besaran dividen yang disetorkan. Menurutnya, angka tersebut belum mencerminkan kinerja keuangan perusahaan.

"Kalau realistis, saya anggap belum," tegas politisi PAN itu, Selasa (7/7/2026).

Munawir merujuk pada laba bersih PAM Giri Menang pada kuartal tahun 2023, 2024, dan 2025 yang mencapai kisaran Rp50 miliar. "Artinya, coba porsi yang pas itu berapa? dari laba bersih. Hal ini juga penting kami tanyakan ke PDAM," imbuhnya.

Pemkab Lombok Barat Pegang Saham Mayoritas

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memiliki porsi saham sebesar 63 persen di PAM Giri Menang, sementara sisanya dimiliki oleh Pemerintah Kota Mataram. Dengan komposisi tersebut, dividen yang diterima Lombok Barat seharusnya lebih besar dibandingkan Kota Mataram.

Munawir juga menyebut dividen tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penambahan pelanggan baru dan penyesuaian tarif yang diberlakukan PAM Giri Menang. Jaringan pelayanan yang bertambah juga disebut sebagai dampak dari pinjaman perusahaan sebesar Rp118 miliar, ditambah penyertaan modal dari Pemkab Lombok Barat tahun lalu sebesar Rp5 miliar.

Porsi dividen ini pun dinilai perlu dipertanyakan setelah adanya tambahan penyertaan modal dari pemkab, sehingga perusahaan diminta melaporkan secara rinci ke DPRD Lombok Barat. Sebab, sumber anggaran yang berasal dari APBD wajib diketahui oleh dewan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top