MATARAM — Fajar Rachmat menjadi satu dari sedikit atlet PWI NTB yang berhasil menembus Porwanas lewat dua cabang berbeda. Selain dirinya, atlet PWI Sumbawa lainnya, Randi Pratama, juga keluar sebagai juara pada lomba fotografi. Tambahan dua tiket ini membuat kontingen PWI Sumbawa untuk Porwanas Lampung 2027 semakin bertambah.
Pada kategori jurnalistik, Fajar menempati posisi runner-up. Karya yang dikirimkannya berjudul Bebas dari Tekanan Deadline, Datang Tekanan dari Arena. Lomba ini diikuti oleh 17 wartawan dari berbagai daerah di NTB. Sementara itu, kategori fotografi yang dimenangkan Randi Pratama diikuti oleh lima peserta.
Meski lolos dari dua jalur, Fajar mengaku akan memprioritaskan persiapan di cabang catur. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur media online Radar Sumbawa ini menilai lomba jurnalistik tidak memerlukan persiapan khusus karena sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. “Kalau jurnalistik kan pekerjaan kita sehari-hari. Artinya tidak perlu ada persiapan khusus,” ujarnya.
Fajar menilai cabang catur memiliki tantangan lebih besar. Ia mengingat capaian PWI NTB di Porwanas Kalimantan Selatan sebelumnya, di mana catur menjadi penyumbang medali terbanyak. “Kita dapat emas, perak dan perunggu. Prestasi ini harus kita pertahankan,” ungkapnya.
Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, menyambut baik kabar ini. Dengan lolosnya dua atlet dari cabang jurnalistik dan fotografi, kontingen Sumbawa kini memiliki perwakilan di lebih banyak kategori. “Tentu ini menjadi kebanggaan kami PWI Sumbawa ketika menjadi bagian kontingen PWI NTB dalam Porwanas Lampung 2027 nantinya,” ujarnya.
Koordinator Lomba Jurnalistik dan Fotografi Porwada, H. Rudi Hidayat, mengungkapkan proses penilaian berlangsung ketat dan melibatkan juri dengan rekam jejak kuat. Ia mengingatkan para pemenang untuk terus mengasah kemampuan sebelum berlaga di tingkat nasional. “Masukan dari para juri jelas, jangan cepat puas dengan hasil ini. Ini baru titik awal. Sebelum menuju Porwanas, kemampuan harus terus diasah agar kualitas karya semakin matang dan mampu bersaing di level nasional,” kata H. Rudi.
Meski Porwada NTB resmi ditutup pada 28 Juni lalu, pengumuman hasil lomba jurnalistik baru bisa dilakukan hari ini. Hal itu menunjukkan proses kurasi yang dilakukan secara cermat oleh dewan juri.