Tradisi Rahman Rahim Day di Lombok Tengah, Pemkab Santuni 3.600 Anak Yatim di 12 Kecamatan

Penulis: Ridho Pratama  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 22:05:17 WIB
Bupati Lombok Tengah menyerahkan santunan kepada 3.600 anak yatim dalam perayaan Rahman Rahim Day 2024.

PRAYA — Sebanyak 3.600 anak yatim di Lombok Tengah menerima santunan dalam perayaan Rahman Rahim Day (R2D) tahun ini. Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim dan memperkuat semangat gotong royong di masyarakat.

Mengapa Perayaan R2D Tahun Ini Berbeda?

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Loteng, Drs. H. Lalu Herdan, menjelaskan bahwa perbedaan utama terletak pada lokasi pelaksanaan. Jika sebelumnya seluruh rangkaian acara dipusatkan di satu tempat, tahun ini kegiatan disebar ke seluruh kecamatan.

"Kegiatannya tidak dilaksanakan di satu tempat, tetapi disebar di semua kecamatan. Hal itu dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan dan menghindari potensi penumpukan banyak orang di satu tempat dan waktu yang sama," ujar Herdan.

Dua Kecamatan Gelar Acara di Bencingah Agung Masmirah

Meski sebagian besar kecamatan menggelar acara di masjid-masjid yang telah ditentukan pada sore hari, dua kecamatan yakni Jonggat dan Praya mengadakan perayaan bersama di Bencingah Agung Masmirah, kompleks kantor Bupati Loteng. Ratusan anak yatim dan Aparatur Sipil Negara (ASN) memenuhi area tersebut.

Bupati Pathul berharap tradisi R2D tidak berhenti sebagai perayaan keagamaan semata. Ia mendorong agar kegiatan ini menjelma menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan.

"Tidak kalah penting, melalui perayaan ini bisa mendorong partisipasi masyarakat untuk saling membantu mereka yang membutuhkan," tegasnya.

Dampak Jangka Panjang bagi Anak Yatim dan Masyarakat

Pemkab Loteng menargetkan agar semakin banyak anak yatim di daerah ini yang merasakan perhatian, kasih sayang, dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Dampak dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya dirasakan pada hari pelaksanaan, tetapi juga mampu memperkuat rasa kebersamaan dan membangun budaya berbagi di kalangan warga.

Pemerintah daerah menilai nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial yang tumbuh dari tradisi ini menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat Lombok Tengah yang religius, harmonis, dan sejahtera ke depannya.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top