JAKARTA — Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) meningkatkan kuota penerima Program Beasiswa SDM Sawit 2026 menjadi 5.000 mahasiswa. Angka ini naik 25 persen dari kuota tahun sebelumnya yang sebanyak 4.000 penerima.
Pendaftaran program beasiswa penuh untuk jenjang Diploma Perkebunan dan Sarjana (S1) ini dibuka mulai 3 Juni 2026. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menyatakan peningkatan kuota merupakan komitmen pemerintah menyiapkan tenaga kerja unggul di sektor perkebunan kelapa sawit.
Program Beasiswa SDM Sawit telah berjalan sejak 2016. Hingga 2025, total 13.265 mahasiswa dari seluruh daerah produsen telah menerima manfaat bantuan biaya pendidikan ini. Pada 2026, BPDP memutuskan menambah kuota menjadi 5.000 orang dari sebelumnya 4.000 penerima.
“Selama BPDP berdiri, Program Beasiswa SDM Sawit akan tetap ada. Peningkatan ini merupakan komitmen kami untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda Indonesia,” ujar Alfansyah dalam temu media di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Prioritas utama penerima beasiswa mencakup tiga kategori masyarakat yang berkecimpung langsung di lapangan. Pertama, keluarga kandung pekebun kelapa sawit. Kedua, pekerja atau buruh di area perkebunan sawit. Ketiga, masyarakat umum yang memiliki keterkaitan fungsional dengan sektor kelapa sawit.
Seluruh berkas persyaratan administrasi, jadwal tahapan seleksi, hingga pengiriman formulir pendaftaran dapat diakses secara daring melalui laman resmi sdmperkebunan.bpdp.or.id.
Program ini dijalankan lewat kolaborasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) serta melibatkan 42 lembaga pendidikan tinggi pilihan yang tersebar di berbagai wilayah. Direktur Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE), Ir. St. Nugroho Kristono, M.T., menjamin kesiapan institusi pendidikan dalam menyusun kurikulum sesuai kebutuhan industri modern.
“Politeknik CWE bersama seluruh perguruan tinggi mitra BPDP berkomitmen mencetak SDM perkebunan yang berkualitas dan berdaya saing,” kata Nugroho.
Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., menekankan pentingnya penyiapan generasi baru di tengah ketatnya persaingan pasar global. Menurutnya, kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang membutuhkan dukungan SDM berkualitas.
“Tantangan industri sawit ke depan semakin kompleks, sehingga regenerasi talenta perkebunan harus dipersiapkan sejak sekarang,” jelas Iim. Program ini disebutnya sebagai langkah strategis mencetak generasi profesional yang mampu meningkatkan produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia.