NUSA TENGGARA BARAT — Persaingan di industri wewangian kian memanas. Tak hanya pemain lokal, merek global seperti Victoria’s Secret pun ikut bertarung dengan menghadirkan varian-varian yang punya karakter aroma kuat. Alih-alih sekadar pengharum tubuh, setiap botol parfum kini dirancang untuk mencerminkan kepribadian pemakainya.
Dari lini produk yang beredar di pasar Indonesia, setidaknya ada 10 varian yang menjadi andalan. Masing-masing memiliki segmen pasar yang berbeda, mulai dari kalangan muda yang menyukai aroma segar hingga profesional yang menginginkan kesan elegan dan maskulin.
Salah satu varian yang paling sering dicari adalah Victoria’s Secret Bombshell. Parfum ini mengusung aroma pembuka dari buah sitrus dan markisa ungu yang menyegarkan. Di bagian tengah, terdapat sentuhan bunga peoni dan anggrek vanila yang memberi kesan feminin. Lapisan dasarnya berupa kayu-kayuan, lumut pohon, dan kesturi yang memberikan nuansa hangat.
Varian ini disebut paling fleksibel. Cocok digunakan untuk acara santai maupun semi-formal. Harganya pun berada di kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1,2 juta per botol, tergantung ukuran.
Sementara itu, Victoria’s Secret Tease hadir dengan profil aroma yang lebih berani. Perpaduan buah persik dan anggrek vanila menciptakan kesan manis namun tetap memikat. Lapisan dasarnya diperkuat dengan amber, kayu cendana, dan kesturi. Varian ini sangat direkomendasikan untuk acara malam hari atau pertemuan formal.
Untuk pengguna yang lebih menyukai aroma ringan dan ceria, Victoria’s Secret Love Spell bisa menjadi pilihan. Varian ini mengandalkan kombinasi buah persik dan bunga sakura. Aromanya cenderung manis dan feminin, cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja atau kuliah.
Di sisi lain, Victoria’s Secret Heavenly menawarkan karakter yang lebih anggun. Varian ini memadukan vanila dengan white musk, menciptakan nuansa berkelas. Fleksibilitasnya tinggi, bisa dipakai untuk rutinitas harian maupun acara formal.
Meski persaingan dengan merek lokal dan global lain seperti Zara, Bath & Body Works, serta Dior cukup ketat, Victoria’s Secret tetap memiliki pangsa pasar tersendiri. Strategi mereka mengandalkan identitas merek yang kuat dan inovasi varian aroma setiap musim.
Ke depan, tren parfum premium diprediksi masih akan tumbuh seiring meningkatnya daya beli masyarakat kelas menengah atas di Indonesia. Bagi Victoria’s Secret, pasar dalam negeri menjadi salah satu andalan ekspansi di kawasan Asia Tenggara.