Suhu Malam di NTB Naik 2 Derajat Celcius, BMKG Sebut Angin Monsun Australia Melemah

Penulis: Taufik Rahman  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 19:38:01 WIB
Suhu malam di NTB naik menjadi 20,5 derajat Celcius akibat melemahnya Angin Monsun Australia.

MATARAM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu minimum rata-rata di NTB dalam dua hari terakhir mencapai 20,5 derajat Celcius. Angka ini lebih tinggi dibandingkan suhu minimum terendah pada periode sebelumnya yang sempat menyentuh 18,5 derajat Celcius.

"Suhu minimum rata-rata dalam dua hari terakhir tercatat sekitar 20,5 derajat Celcius lebih tinggi dibandingkan suhu minimum terendah yang sempat mencapai 18,5 derajat Celcius pada periode sebelumnya," kata Ari Wibianto di Mataram, Selasa (2/6/2026).

Angin Monsun Australia Melemah, Pasokan Udara Dingin Berkurang

Ari menjelaskan, suhu udara yang kembali normal dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu yang utama adalah melemahnya hembusan Angin Monsun Australia yang bertiup dari arah timur menuju barat, dari Benua Australia bertekanan tinggi ke Benua Asia bertekanan rendah.

Angin ini biasanya membawa massa udara dingin dan kering ke wilayah NTB. Namun, dalam dua hari terakhir kecepatan angin cenderung melemah, sehingga pasokan udara dingin dari Australia yang sedang memasuki musim dingin berkurang signifikan.

"Beberapa hari terakhir kecepatan angin cenderung melemah, sehingga pengaruh massa udara dingin dari Australia berkurang," papar Ari.

Kelembaban Meningkat, Awan Menghalangi Pelepasan Panas

Selain faktor angin, kondisi atmosfer di NTB juga terindikasi lebih lembab dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan lebih banyak, meskipun tidak sebanyak saat musim penghujan.

Keberadaan awan dan kelembaban yang meningkat menyebabkan pelepasan panas saat malam hari tidak berlangsung seefektif ketika langit cerah. Akibatnya, suhu udara menjadi lebih tinggi dan terasa hangat.

Berapa Lama Suhu Hangat Ini Akan Bertahan?

BMKG memperkirakan kondisi suhu udara yang relatif lebih hangat masih berpotensi bertahan dalam beberapa hari ke depan. Hal ini selama Angin Monsun Australia tidak kembali menguat dan kelembapan udara tetap berada pada level yang cukup tinggi.

Sebagai perbandingan, BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa suhu dingin pada malam hingga pagi hari di NTB biasanya disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, tutupan awan yang sedikit saat siang atau sore hari, sehingga pelepasan panas ke atmosfer saat malam berlangsung cepat. Kedua, kelembaban udara yang rendah, sehingga permukaan bumi tidak bisa menahan panas lebih lama setelah matahari terbenam. Ketiga, pergerakan angin yang sudah memasuki Monsun Australia yang membawa massa udara kering.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top